News

Perlawanan Jozeph Paul Zhang: Saya Langsung Teriak Apa yang Ada di Hati dari Kecil!

Jum'at, 23/04/2021 12:36 WIB

Tersangka kasus penodaan agama Joseph Paul Zhang (istimewa)

Jakarta, Tajukflores.com - Jozeph Paul Zhang, pria yang dicari Polri karena kasus penistaan agama Islam melalui video Youtube mengungkapkan fakta di balik ceramahnya. Hal itu terkait kondisi diskriminasi agama dan etnis di Indonesia.

Berbicang dengan wartawan Jawapos, Joseph mengaku diperlakukan secara tidak adil ketika dirinya membuat kontroversi. Dia beranggapan, seharusnya orang-orang tidak langsung menghakiminya tanpa bertanya terlebih dahulu.

“Harusnya kan orang nanya, tapi kan ini nebak-nebak, dari agen ini agen itu, mentang-mentang dia dari sana (luar negeri, Red). Nggak mentang-mentang dong, saya sudah begini dari tahun 2015,” kata Jozeph, Rabu (21/4), mengutip Jawapos.

Jozeph mengaku sudah sejak lama dirinya mendapat penolakan dari masyarakat atas tindakannya tersebut. Bahkan, pada 2017 dia mengaku pernah diancam akan dibunuh.

Namun, hal itu tidak menghentikan aktivitasnya untuk menginjilkan orang. Hingga pada akhirnya dia sekarang pindah ke Eropa, di mana kebebasan berbicara begitu terbuka.

"Saya senang sekali, saya langsung teriak apa yang ada di hati saya dari kecil," jelasnya.

Jozeph mengaku sejak kecil kerap menjadi korban perundungan karena berasal dari kuturunan etnis Tionghoa. Beberapa kali dia juga dikeroyok oleh teman-temannya. Namun, dia berusaha menahan untuk tidak melawannya, dengan tujuan menghindari keributan yang lebih besar.

"SMP kelas 3 saya sadar, saya terima Tuhan Yesus, saya lahir baru, saya mulai ngerti mereka begitu karena ada kemarahan juga. Jadi saya harus menginjili mereka, saya bawa ke Tuhan Yesus," ucap dia.

Dalam klarifikasinya, Jozeph Paul Zhang juga mengklaim sebagai seorang Pancasilais sejati. Meskipun pada kenyataannya dia mengaku sudah melepas status Warga Negara Indonesia (WNI) dan beralih kewarganegaraan menjadi Eropa.

"Saya Pancasila sejati! Lihat yah Youtuber mana di Indonesia yang bikin kuliah Pancasila 1 minggu sekali, cuma saya. Tak tongkrongin, dapet duit nggak? nggak, dikira enak kuliah Pancasila,” kata Jozeph.

Jozeph mengatakan, melepas kewarganegaraan Indonesia merupakan suatu pemgorbanan dari jalur yang dipilihnya menjadi seorang penginjil. Apabila dia tidak melepas kewarganegaraan Indonesia, maka dia akan ditangkap, lalu dipulangkan ke tanah air. Dengan begitu, upayanya untuk mengabdi sebagai hamba Tuhan akan berakhir.

"Kalau saya tidak lepaskan, saya ditangkap, dipulangin. Itu namanya berkhidmat. Saya harus korbankan," jelas dia.

Dia memahami betul risiko melepas kewarganegaraan Indonesia. Bahkan ketika ada keluarganya meninggal, termasuk orang tuanya, dia tidak bisa mendatangi. Sekalipun kelak pemerintah Indonesia memaafkan seluruh perbuatannya, tapi hal itu tidak akan mengembalikan kehidupannya di Indonesia.

"Sekalipun pemerintah bisa mengeluarkan (saya dari penjara), belum tentu orang-orang islam yang cetek-cetek ini ilmunya bisa memaafkan saya toh,” pungkas Jozeph.

Joseph mencuri perhatian publik karena pernyataannya yang dipandang menista agama Islam. Youtuber bernama Jozeph Paul Zhang itu mengaku nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad SAW.

Adapun video tersebut berdurasi sangat panjang, yakni tiga jam lebih. Selain mengaku nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang bahkan menghina Nabi Muhammad.

"Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26. Kalau Anda bisa laporan atas penistaan agama, gua kasih loh satu laporan Rp 1 juta, maksimum 5 laporan supaya jangan bilang gua ngibul kan. jadi kan Rp 5 juta, di wilayah polres berbeda,” sebagaimana pernyataan Jozeph Paul Zhang dalam akun Youtube.

Oleh : Yan Mau

Artikel Terkait