News

BPBD NTT: 11 Kabupaten Belum Laporkan Data Kerusakan Rumah Akibat Siklon Seroja

Kamis, 29/04/2021 12:18 WIB

Dampak kerusakan pemukiman penduduk maupun infrastruktur kelistrikan akibat badai siklon tropis Seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada 3-4 Maret 2021. (ANTARA/HO-Humas PLN UIW NTT)

Kupang, Tajukflores.com - Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Isyak Nuka mengatakan ada sebelas kabupaten yang belum melaporkan melaporkan data kerusakan rumah akibat bencana alam yang dipicu oleh Siklon Tropis Seroja.

"Sampai dengan Rabu (28/4) masih ada 11 kabupaten yang belum memasukkan data kerusakan rumah sehingga belum menerima bantuan dana dari pusat”, jelas Isyak dalam keterangannya, Kamis (29/4).

Menurut Isyak, daerah yang belum menyampaikan data kerusakan rumah warga akibat bencana alam yang melanda wilayah NTT pada 4 sampai 5 April 2021 antara lain Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Tmur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat.

Untuk itu, Isyak meminta pemerintah kabupaten yang belum menyampaikan data kerusakan rumah warga untuk segera mengirimkannya. Hal itu perlu dilakukan agar warganya bisa menerima bantuan dan tunggu hunian (DTH) dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat memberikan bantuan dana sewa tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat akibat bencana sampai rumah mereka selesai diperbaiki. Banyuan DTH nilainya Rp.500 ribu per kepala keluarga per bulan dan disalurkan dalam dua tahap.

"Untuk saat ini, baru 10 kabupaten/kota yang sudah divalidasi dan diverifikasi untuk mendapatkan DTH, disalurkan ke rekening pemerintah daerah dengan total dana pada tahap satu senilai Rp. 7,4 miliar,” tutup Isyak.

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait