Hukum

Jadi Tersangka, Ustadz Adam Ibrahim Beli Babi Ngepet dari Forum Online

Kamis, 29/04/2021 14:07 WIB

Tersangka Ustadz Adam Ibrahim ditahan Polres Metro Depok karena telah membuat isu penangkapan babi ngepet di Bedahan, Sawangan, yang ternyata hasil rekayasa. (Istimewa)

Jakarta, Tajukflores.com - Kepolisian membongkar kedok penipuan di balik kehebohan babi jadi-jadian atau babi ngepet di warga Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan pemeriksaan pelaku, ternyata babi ngepet cuma rekayasa. Pelaku, yang tak lain adalah Ustaz Adam Ibrahim, yang pertama menyebarkan berita hoaks, telah ditangkap
.
"Kami sampaikan semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya itu adalah hoax, itu berita bohong. Kejadiannya tidak seperti apa yang diberitakan," kata Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar dalam jumpa pers di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4).

Iman menjelaskan ihwal cerita soal babi ngepet ini. Cerita bermula, tersangka bernama Adam Ibrahim ini menerima laporan terkait adanya sejumlah warga yang kehilangan sejumlah uang. Kepada Adam, mengaku kerap kehilangan uang setiap malam Selasa dan malam Sabtu.

Bahkan warga bernama Adi Firmanto mengaku kehilangan uang sebesar RP1 juta sebanyak dua kali. Adi Firmanto mengaku jika hal tersebut terjadi karena tuyul dan babi ngepet.

Tersangka Adam Ibrahim kemudian bekerja sama dengan kurang-lebih delapan orang. Mereka mengarang cerita tersebut, seolah-olah babi ngepet itu benar.

Ustadz Adam Ibrahim kemudian membeli seekor babi secara online melalui komunitas kucing di Depok. Harganya Rp900 ribu, dengan ongkos kirim Rp200 ribu. Uang tersebut berasal dari Adi Firmanto sendiri.

Pada malam penangkapan yakni Selasa (27/4), saksi hanya melihat seekor babi yang berada di sekitar kandang. Ternyata babi tersebut telah dipersiapkan Ustadz Adam Ibrahim di sebelah rumahnya.

Kemudian babi tersebut ditangkap oleh pelaku berdasarkan aba-aba dari Ustadz Adam Ibrahim. Dengan demikian, cerita-cerita soal penangkapan babi secara telanjang bulat juga bohong.

"Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokohlah sebenarnya, tapi disebut tokoh juga tidak terlalu terkenal, jadi supaya dia dianggap saja," ungkap Imran.

Polisi menjerat Ustadz Adam Ibrahim dengan Pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Dia terancam kurungan 10 tahun penjara. Sementara itu, delapan rekannya saat ini masih diproses polisi.

Oleh : Leonardus

Artikel Terkait