Travel

7 Tarian Penyambut Tamu di NTT

Selasa, 04/05/2021 07:38 WIB

Tarian Kataga Sumba, Nusa Tenggara Timur. Foto: Trip Sumba

Jakarta, Tajukflores.com - Selain keindahan alamnya, kesenian tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daya tarik wisatawan.

Beberapa yang terkenal ialah tarian yang lazim diperagakan dalam upacara adat, termasuk saat menyambut tamu atau wisatawan.

Berikut daftarnya:

1. Tarian Kataga

Tari Kataga adalah kesenian tradisional NTT yang berasal dari daerah Sumba Barat. Pertunjukan tarian ini ditampilkan oleh penari pria yang membawa properti berupa pedang dan tameng.

Sedangkan untuk musik yang mengiringi adalah alat musik gong. Lonceng kecil yang dipasang pada badan penari juga menimbulkan suara yang membuat semakin meriah.

Tarian tradisional berjenis peperangan ini terkenal dengan tarian lama, namun masih dilestarikan oleh masyarakat setempat, khususnya daerah Sumba Barat.

Beberapa acara adat dan pertunjukan seni budaya masih sering menampilkan tarian. Bahkan tarian Kataga juga digunakan sebagai tarian penyambutan.

Tari Kataga biasanya terdiri dari 8 orang pria yang mengenakan kostum khas adat Sumba, yang dilengkapi dengan senjata tajam seperti pedang dan perisai. Penampilan mereka terlihat lebih gagah dengan ikat yang melingkar dikepala.

Gerakan tari terasa lebih meriah dengan adanya lonceng kecil yang dipasang di badan penari, selain itu alat musik gong yang dimainkan dengan cepat menambah suasana perang yang lebih tajam.

Tari Kataga dibawakan saat festival seni budaya, acara penyambutan tamu penting atau penyambutan rombongan wisatawan.

2. Tari Lego Lego

Daerah Alor memiliki salah satu dari kesenian tradisional yakni Tari Lego Lego.

Tarian ini merupakan tarian yang dimainkan oleh laki-laki dan perempuan secara melingkar dengan cara bergandengan tangan menarikan tari Lego-lego tanpa melihat batas agama dan status sosial.

Pertunjukan tari ini sangat seru, karena melibatkan banyak penari yang berkumpul membentuk lingkaran di tengah susunan batu sakral dari suku Abui yang disebut Mesbah.

Instrumen gendang dan gong mengiringi penari yang sedang tampil. Selain menari mengikuti irama, penari juga melantunkan pantun berbahasa daerah.

Pada pertunjukan asli, Tari Lego Lego bisa digelar sepanjang malam.

3. Tarian Caci

Tari Caci termasuk salah satu kesenian tradisional NTT. Sebab, Tari Caci sering ditampilkan pada acara-acara festival seni dan kebudayaan lokal.

Sedangkan di masa lampau, tarian ini dipertunjukkan saat perayaan panen padi, dan upacara adat.

Tarian asal daerah Manggarai ini sebenarnya adalah pertunjukan tari atraksi. Penari terlihat membawa tongkat atau tombak yang digunakan seolah sedang berduel dengan penari lainnya.

Setiap gerakan melibatkan seni bela diri lokal, sehingga terlihat sangat menghibur sekaligus menegangkan.

4. Tarian Cerana

Tari Cerana adalah tarian penyambutan atau tarian selamat datang yang khas dari Kupang.

Tarian ini biasanya akan diakhiri dengan menyajikan sirih dan pinang sebagai simbol dari penerimaan masyarakat terhadap tamunya dengan hati yang tulus, bersih dan juga penuh kasih.

Tarian ini identik dengan gerakan jari jemari yang bergerak lembut, serta sajian sirih dan pinang sebagai simbol penyambutan.

Penari yang tampil terdiri dari enam orang penari wanita dan satu orang penari pria.

Mereka membawa sajian kepada tamu, dan tamu harus mengambil sirih dan pinang tersebut. Ini merepresentasikan sambutan baik dengan kasih sayang yang kemudian diterima dengan baik pula.

5. Tari Dolo

Kesenian tradisional Nusa Tenggara Timur yang satu ini sangat sederhana. Seolah mirip dengan flashmob, Tari Dolo bisa ditampilkan oleh seluruh warga tanpa kostum khusus.

Gerakan sederhana yang mengulang sangat mudah diikuti siapa saja.

Tarian yang berasal dari Flores ini ditampilkan untuk momen penyambutan tamu atau acara pencarian jodoh. Semua orang beramai-ramai berkumpul, membentuk lingkaran dan menari dengan kompak.

6. Tari Kebalai

Tahukah kamu bahwa pada acara pemakaman adat di Rote juga ada waktu yang sisakan untuk pertunjukan tari?

Tari Kebalai inilah yang ditampilkan sebagai hiburan untuk keluarga yang ditinggalkan anggota keluarga yang meninggal dunia.

Semua hadirin diperbolehkan ikut serta menjadi penari Taria Kebalai. Sebagian besar di antaranya datang dengan mengenakan pakaian adat daerah Rote Ndao.

Tak hanya iringan musik, tarian ini juga disertakan dengan lantunan syair oleh seorang Manahelo dan Manasimba, yakni sebutan bagi pelantun syair.

Kini, Tari Kebalai juga boleh ditampilkan pada acara penyambutan atau festival seni dan kebudayaan. Pertunjukan digelar sesering mungkin sebagai bentuk pelestarian kesenian tradisional Nusa Tenggara Timur.

7. Tari Atoni Meto

Tari Atoni Meto (Atoin Meto) adalah kesenian tradisional Nusa Tenggara Timur yang dipopulerkan oleh Suku Dawan.

Dalam setiap penampilannya melibatkan empat sampai enam pasang muda-mudi Suku Dawan. Tarian ini merupakan perpaduan antara seni tari dan teaterikal.

Di mana penari pria memeragakan adegan berburu, yang kemudian hasil perburuan itu disambut oleh penari wanita dengan raut wajah yang senang.

Selanjutnya, mereka mengungkapkan rasa syukur pada penguasa matahari dan raja langit bernama Uis Neno.

Kesenian tradisional Nusa Tenggara Timur ini terbilang baru sebagai upaya pelestarian kesenian daerah yang melibatkan penggunaan daun lontar sebagai daun khas NTT.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait