News

Kunker ke NTT, Menteri PPPA Berikan Dukungan untuk Anak Korban Bencana

Rabu, 05/05/2021 06:15 WIB

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga saat melakukan kunjungan ke Desa Pukdale, Kupang-NTT. Foto:Humas Kemen PPA

Kupang, Tajukflores.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga bersama melakukan kunjungan kerja ke Desa Pukdale, yang awal April lalu menjadi salah satu desa terdampak bencana siklon tropis seroja.  

Dalam kunjungan tersebut, Bintang memberikan dukungan baik secara material, moril, maupun sosial bagi para korban khususnya perempuan dan anak.

"Perempuan dan anak rawan menjadi kelompok rentan di lokasi bencana," kafa Bintang dalam keterangan pers Kemen PPPA, Selasa (4/5).

Adapun bantuan yang Kemen PPPA salurkan yaitu paket hygine kits (kebersihan diri) yang diberikan oleh UNFPA. Selain itu, masker kepada anak-anak korban bencana, dilanjutkan dengan melakukan bincang hangat serta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama.

Menteri Bintang mengingatkan masyarakat di Desa Pukdale agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan meski dalam kondisi yang terbatas.

"Saat ini kita masih dalam situasi pandemic Covid-19, sehingga saya minta agar kita semua bisa saling menjaga diri dan keluarga serta tetap mematuhi protokol kesehatan," tegas Bintang.

Saat bersamaan, Menteri Koordinator(Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy juga menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang terjadi di beberapa wilayah NTT pada 4-5 April 2021 lalu.  

Muhadjir menjelaskan perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang seringkali menjadi korban dalam suatu bencana alam.

Untuk itu, Kemenko PMK terus membangun koordinasi antar Kementerian dan Lembaga, baik yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK seperti Kementerian Sosial, BNPB, dan Kemen PPPA, ataupun yang di luar koordinasinya, serta pemerintah daerah dalam menangani dan menyelesaikan dampak bencana alam agar bisa ditangani dengan baik.
 
"Kami mengajak Kemen PPPA dalam kunjungan ini, sebagai bentuk upaya pemenuhan kebutuhan bagi para korban bencana di NTT karena Ibu dan anak biasanya menjadi korban dalam suatu bencana. Saya mohon agar kita semua dapat mengutamakan keberadaan nasib dari para ibu, perempuan, dan anak-anak. Saya harap Ibu Menteri PPPA dapat benar-benar menelisik persoalan apa saja yang perlu diselesaikan dan ditampung,” jelas Muhadjir

Desa Pukdale merupakan salah satu wilayah dengan titik terparah di Kabupaten Kupang yang terkena dampak badai siklon seroja.

Dalam laporannya, Bupati Kabupaten Kupang, Korinus Masneno mengungkapkan terdapat 15.710 kepala keluarga yang terdampak banjir, 46.704 masyarakat terdampak, 12 orang meninggal, 20 luka serius, dan 3 (tiga) orang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Selain rumah penduduk, lokasi pertanian di wilayah tersebut juga hancur dan mengakibatkan gagalnya panen hasil bertani, selain itu kerusakan dalam hal perternakan, yaitu hanyutnya hewan-hewan ternak penduduk akibat tersapu banjir bandang.
 
“Berbagai upaya penanganan kebencanaan telah kami lakukan. Di antaranya melakukan relokasi pemukiman bagi para korban yang terdampak bencana, salah satunya di Desa Pukdale,” tutup Korinus.

Adapun kunjungan ini juga didukung oleh Kementerian/Lembaga lainnya seperti Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyerahkan berbagai paket bantuan bagi para korban bencana seperti makanan siap saji, makanan tambahan, serta santunan bagi keluarga korban jiwa akibat bencana.

 

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait