News

2.330 Pegawai Non ASN di Kota Kupang Dapat Perlindungan Sosial

Kamis, 06/05/2021 08:02 WIB

Penandatanganan kerjasama Pemerintah Kota Kupang dengan BPJAMSOSTEK NTT terkait perlindungan sosial BPJAMSOSTEK bagi pegawai Non ASN di Kota Kupang, Rabu (5/5/2021). ANTARA/ Benny Jahang

Kupang, Tajukflores.com - Kabar gembira bagi 2.300 orang pegawai non aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kini mereka mendapat program perlindungan sosial ketenagakerjaan yang dilaksanakan Badan Penyelengara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Hal itu diungkap Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama antar Pemerintah Kota Kupang dengan BPJAMSOSTEK NTT tentang perlindungan sosial bagi tenaga kerja non ASN lingkup Pemkot Kupang di Kupang, Rabu, (5/5).

"Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk memberikan berbagai perlindungan sosial bagi pegawai non-ASN di Kota Kupang, agar pegawai bisa bekerja dengan aman selama melaksanakan tugas," kata Jefri Riwu Kore.

Menurut Jefri, pemerintah Kota Kupang merasa penting memberikan perlindungan sosial BPJAMSOSTEK bagi pegawai agar terlindungi saat menjalankan tugas.

Ia mengatakan, Pemkot Kupang segera mendiskusikan dengan DPRD Kota Kupang agar tetap mengalokasikan anggaran untuk iuran BPJAMSOSTEK bagi para guru-guru komite diberbagai lembaga pendidikan SD-SMP di Kota Kupang yang belum masuk sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

"Apabila DPRD memberikan dukungan alokasi anggaran maka para guru-guru komite juga mendapat perlindungan BPJAMSOSTEK. Kami melihat dana untuk iuran sangat kecil namun memiliki manfaat yang besar bagi peserta," tegasnya.

Kepala BPJAMSOSTEK Provinsi NTT Armada Kaban menjelaskan, ada dua manfaat yang didapat para peserta dalam program BPJAMSOSTEK yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Armada mengatakan, program Jaminan Kematian yang semula hanya Rp24 juta naik menjadi Rp42 juta terdiri dari santunan kematian dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta, santunan berkala dari Rp4,8 juta naik menjadi Rp12 juta dan biaya pemakaman dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta.

Menurutnya, terhadap peserta yang mengalami kecelakaan kerja, pemerintah memberikan perlindungan terhadap ahli waris berupa pemberian beasiswa untuk dua orang anak dari semula hanya Rp12 juta naik menjadi Rp174 juta.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan santunan meninggal dunia kepada empat orang ahli waris dari pegawai lingkup Pemerintah Kota Kupang yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas. (Ant)

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait