News

Sidak Pasar di Labuan Bajo, Petugas Temukan Buah-buahan Pakai Bahan Berbahaya

Jum'at, 07/05/2021 18:47 WIB

Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Manggarai Barat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Labuan Bajo jelang lebaran. Foto:Tajukflores/Prokopim Mabar

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Barat menemukan buah-buahan yang diduga mengandung residu pestisida saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional di Labuan Bajo.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan masyarakat Mabar terlindungi dari makanan yang mengandung bahan kimia. Sidak menyasar pelaku usaha yang menjual sayur, buah, ikan segar dan ikan kering.

"Sidak ini dalam rangka hari raya idul fitri. Kami memastikan pangan yang dijual tidak menggunakan bahan kimia berbahaya contohnya formalin, jadi tadi kami mengambil beberapa sampel untuk diuji sebentar," kata Kabid konsumsi dan keamanan pangan, Agustinus Jebau dalam keterangan tertulis Prokopim Mabar, Jumat (7/5).

"Nanti sampel ini kami uji di Dinas Kesehatan, karena mereka punya fasilitas yang bagus," sambungnya.

Sidak dilaksanakan selama dua hari sejak  5 hingga 6 Mei 2021. Ada tiga lokasi yang disasar dalam sidak ini, yakni Pasar Wae Sambi Desa Batu Cermin Kecamatan Komodo, Pasar Baru Desa Gorontalo Kecamatan Komodo dan TPI Labuan Bajo. 

Terdapat beberapa jenis ikan, buah, dan sayur yang dijadikan sampel untuk bahan uji coba. Masing-masing berjumlah 30 sampel.

Dari hasil tes laboratorium, terdapat tiga sampel yang di jual di Pasar Batu Cermin yaitu jeruk cina, anggur hijau, dan anggur jari terindikasi mengandung residu pestisida.

"Terhadap produk buah tersebut dilarang untuk beredar atau diperjual-belikan. Sedangkan hasil laboraturium untuk sampel lainnya yakni sayur, buah, serta ikan dinyatakan aman untuk dikonsumsi," jelas dia.

Terkait itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha mengenai dampak dari penggunaan bahan kimia.

"Harapan kami para nelayan dan pelaku usaha tidak menggunakan bahan kimia karena penggunaan bahan kimia sangat berbahaya bagi masyarakat" tegas Agustinus.

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait