Gaya Hidup

Lontart Galeri, Bangkitkan Asa Pengrajin Lokal di Labuan Bajo Mabar

Sabtu, 08/05/2021 14:36 WIB

Mart Sakeus, pemilik Lontart Galeri. Foto: Tajukflores.com/Ist

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Memadukan konsep galeri dan kafe, Lontart Galeri mencoba menghadirkan nuansa yang berbeda kepada pengunjung.

Lontart Galeri merupakan salah satu galeri seni yang berada di Labuan Bajo, destinasi wisata dunia. Lontart Kafe terletak di kampung Nggorang, sekitar 10 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo.

"Saya ingin, ketika orang datang ke Lontart. orang tidak hanya sekedar nongkrong tetapi juga bisa menikmati karya-karya seni yang dipajang di galeri ini," kata Mart Sakeus, pemilik Lontart Galeri ketika berbincang dengan Tajukflores.com belum lama ini.

Menurut Mart, Lontart Galeri tidak hanya memajang lukisannya sendiri, tetapi juga lukisan-lukisan orang lain yang dinilai menarik.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-05-08/72ef0a71160c8fadfd30e563a15cf612_1.010

Selain itu, Lontart Galeri ingin menghidupkan kembali kerajinan-kerajinan lokal yang selama ini sudah mulai hilang di masyarakat. Diantaranya kebor (irus, sendok besar yang cekung, terbuat dari tempurung kelapa dan sebagainya), bongko (tempat simpan tuak/arak), ngencung (lesung) alu, dan topi re’a (topi anyaman).

Ada juga kerajinan lainnya seperti loce (tikar), roto (keranjang dari anyaman bambu).

Menurut dia, kerajinan-kerajinan ini dibeli langsung di pengerajinan lokal di masyarakat. Di Lontart Kafe, Mateus kembali mempercantiknya dengan sentuhan-sentuhan dengan lukisan sehingga terlihat menarik atau memiliki daya jual.

"Jadi galeri ini hanya sebagai wadah atau media untuk mempromosikan dan menjualnya. Sehingga kita bisa menghidupkan kembali kerajinan-kerajinan lokal daerah kita yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat saat ini," jelas Mart.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-05-08/f5b6185793d466bb274f3d86e63b2f27_1.272

Saat ini, Mart mempromosikan karya-karya tersebut di media sosial. Agar kerajinan-kerajinan lokal ini semakin dikenal, terutama oleh orang-orang di luar Manggarai.

"Sejauh ini responnya cukup bagus dari masyarakat lokal atau pun di luar daerah. Ini tentu menjadi sinyal positif untuk melestarikan dan memajukan kerajinan lokal kita saat ini," ungkap Mart.

Namun demikian, usaha Mart bukan tanpa kendala. Jumlah produksi artefak atau barang-barang unik lokal saat ini tidak lah banyak lantaran pengrajin sangat sedikit. Perlu usaha ekstra keras untuk mendapatkannya.

"Makanya selama ini, salah satu cara yang dibuat adalah dengan mendatangi kampung-kampung, berdiskusi dengan orang-orang tua atau juga meminta data dari desa terkait informasi yang dibutuhkan," jelasnya.

Selain itu, kendala lainnya adalah soal manajemen, apalagi ia masih bekerja sendiri. Untuk itu, Mart berharap semakin banyak orang yang tertarik atau memberikan informasi tentang kerajinan dan pengerajin lokal daerah yang mungkin belum diketahui. Tentu saja, tujuannya agar pengrajin-pengrajin lokal bisa tumbuh kembali dan lebih berdaya ke depannya.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-05-08/e18cdb7f13f1a44d417345f9e6a4a00c_1.39

Ia menjelaskan, Lontart Galeri ke depannya terus berkreasi dengan menghadirkan produk-produk kerajinan lokal seperti anyaman, tenun dan artefak.

Mart mengatakan kreasi menghidupkan kerajina lokal ini merupakan bagian dari program Lopo Dia Bisa. Program ini bekerja sama dengan Bank NTT yang sudah diresmikan sejak Sabtu 27 Maret 2021.

Menurut dia, program Lopo Dia Bisa adalah pengembangan dari program Dia Bisa (Digital Agen Bank NTT dan Mahasiswa).
"Lopo Dia Bisa akan menjadi sarana bagi kaum milenial yang ingin menjadi Agen Dia Bisa untuk mempromosikan tenun ikat dan menjual kerajinan lokal lainnya," kata Mart.

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait