News

Kardinal Suharyo Tahbis 5 Imam Baru KAJ, Disaksikan Keluarga Muslim

Sabtu, 08/05/2021 23:45 WIB

KH Ahmad Nurul Huda Haem, pengasuh Pondok Pesantren Motivasi Indonesia, Setu-Bekasi (kedua dari kiri) menghadiri upacara penahbisan lima imam baru Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Sabtu (9/5/2021). Foto: Tajukflores.com/Ist

Jakarta, Tajukflores.com - Uskup Agung Katedral Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo menahbiskan lima imam baru di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Sabtu (8/5) sore.

Penahbisan lima imam baru ini bertepatan dengan perayaan 214 tahun KAJ. Acara dihadiri juga oleh Dirjen Binas Katolik, Yohanes Bayu Samodro.

Kelima imam baru yang ditahbiskan itu ialah Romo Albertus Bondika Widyaputra, Romo Stevanus Harry Yudanto, Romo Salto Deodatus Simanullang, Romo Stefanus Tino Dwi Prasetyo dan Romo Benardus Teguh Rahardjo.

"Semoga kehadiran dan pelayan Gereja KAJ menjadi tanda pengharapan yang semakin nyata," kata Kardinal Suharyo.

Menariknya, pasangan suami-istri muslim hadir dalam acara tahbisan ini. Keluarga ini hadir untuk menyaksikan salah satu saudara mereka yang ditahbiskan yakni Romo Albertus Bondika Widyaputra.

Hal itu dibagikan akun Facebook bernama Enha, Sabtu (8/5). Akun Enha merupakan Facebook milik KH Ahmad Nurul Huda Haem, pengasuh Pondok Pesantren Motivasi Indonesia, Setu-Bekasi.

Pria yang akrab dipanggil Ayah Enha ini hadir bersama istrinya.

"Sore ini saya bergembira atas pentahbisan saudara saya, Romo Bondi, Rm Albertus Bondika Widyaputra, PR di Gereja Katedral Jakarta. Romo Bondi menyambut saya dengan hangat dan mengucapkan terima kasih berulang-ulang atas kehadiran saya bersama istri," tulis Ayah Enha di laman Facebooknya, sebagaimana dikutip Tajukflores.com, Sabtu.

Menurut Ayah Enha, panitia penahbisan juga menyediakan area khusus bagi dia dan istrinya untuk berbuka puasa.

Berikut cerita lengkap Ayah Enha di laman Facebooknya.

Pentahbisan

Sore ini saya bergembira atas pentahbisan saudara saya, Romo Bondi, Rm Albertus Bondika Widyaputra, PR di Gereja Katedral Jakarta.

Romo Bondi menyambut saya dengan hangat dan mengucapkan terima kasih berulang-ulang atas kehadiran saya bersama istri.

Sejurus kemudian, saya sudah memasuki area gereja dan diberikan ruang duduk pada bagian khusus tamu yang berpuasa, agar saat adzan maghrib tiba nanti mudah kordinasinya bagi kami menuju ruang berbuka puasa.

Apa yang terbayang saat pentahbisan menuju imamat bagi lima frather ini? Tentu saja perjalanan yang tidak ringan.

Orang-orang yang berkeinginan menjadi imam dituntut oleh Hukum Kanonik untuk menjalani suatu program seminari yang selain berisi studi filsafat dan teologi sampai lulus, juga mencakup suatu program yang meliputi pengarahan rohani, berbagai retret, pengalaman apostolat, lalu mengikuti pendidikan Pastoral, dan paling akhir mengikuti tahbisan diakonat, selama lebih kurang 6 bulan.

Setelah itu baru kemudian memenuhi syarat untuk menjadi imam.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-05-09/411a85ddbbff410143352c97ef4298c6_1.jpg

Romo Bondi bisa melewati semua tahapan itu hingga sore tadi ditahbiskan sebagai Imam. Menjelang maghrib saya dihampiri panitia dan mengajaknya berbuka puasa bersama sekitar 10 orang tamu lain yang juga muslim.

Setelah itu dengan penuh perhatian mereka menghantarkan kami ke ruang pastorat, tempat berkantornya para pastor di Katedral Jakarta ini. Kami dipersilahkan untuk berwudhu dan kemudian sholat maghrib berjama`ah, saya didaulat mengimami jemaat kecil ini.

Selepas sholat maghrib saya kembali untuk mengucapkan selamat kepada Romo Bondi dan berjumpa sahabat saya dari Paroki Bunda Theresa Cikarang, Romo Antoro. Kesempatan itu pula saya berbincang dengan Dirjen Binas Katolik, Yohanes Bayu Samodro yang tadi turut serta memberikan kata sambutan.

Ayah Enha
Saya masih penasaran dengan terowongan silaturahim Katedral-Istiqlal, sayang masih ditutup, mungkin proses pembangunannya masih belum selesai.

Oleh : Leonardus
TAGS :

Artikel Terkait