Ekonomi

Terkendala Pembebasan Lahan, Invenstor Batalkan Pendirian Pabrik Garam di Bena TTS

Rabu, 12/05/2021 16:24 WIB

Pantai Kolbano, Timor Tengah Selatan (TTS). Foto: Tajukflores.com/Ist

Kupang, Tajukflores.com - Rencana investasi pabrik garam di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dibatalkan akibat terkendala pembebasan lahan.

Hal itu diungkap Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pihak investor PT Tamaris Garam Industri memilih membatalkan investasi pabrik garam di Timor Tengah Selatan karena persoalan lahan yang berlarut-larut," kata Kepala DPM-PTSP NTT Marsianus Djawa ketika dihubungi, Rabu (12/5).

Marsianus menjelaskan, PT Tamaris Garam Industri sebelumnya sudah siap untuk berinvestasi mengembangkan garam di wilayah Bena, TTS karena ada potensi garam yang cukup baik di daerah itu.

Namun demikian, muncul penolakan dari warga yang didukung organisasi kemasyarakatan sehingga menghambat rencana investasi tersebut.

"Warga bersama ormas melakukan demo hingga akhirnya investor memutuskan untuk hengkang," katanya.

"Bapak Gubernur NTT Viktor Bunglilu Laiskodat juga pernah minta panggil ormas datang saya urus, tapi managemen perusahaan sudah memutuskan untuk batal berinvestasi," katanya.

Marsianus mengatakan pihaknya sangat menyayangkan kondisi ini karena rencana investasi garam tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepatan kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurutnya, persoalan lahan memang menjadi faktor penentu keterarikan investor untuk datang berinvestasi.

Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah pada 22 kabupaten/kota di NTT bersama masyarakatnya solid dan membangun sinergi yang baik untuk menyambut kehadiran investasi.

"Kita berharap tidak muncul lagi persoalan seperti di Timor Tengah Selatan ini. Kami dari intansi terkait di provinsi sebenarnya sangat siap mendukung dengan memberikan layanan perizinan secara mudah dan cepat," katanya.

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait