Gaya Hidup

Kisah Lady Gaga, Alami Gangguan Psikotik akibat Diperkosa

Sabtu, 22/05/2021 14:05 WIB

Lady Gaga dan Bradley Cooper (Glamour)

Jakarta, Tajukflores.com - Siapa sangka di balik ketenaran Lady Gaga, terdapat kisah kelam yang membuatnya mengalami trauma hingga hari ini.

Stefani Joanne Angelina Germanotta yang dikenal dengan nama panggung Lady Gaga adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan aktris asal Amerika Serikat.

Lady Gaga mengawali kariernya di dunia hiburan dengan menjadi pemeran pendukung dalam serial televisi berjudul The Sopranos (2001).

Kariernya di dunia tarik suara dimulai dengan debut perdana melalui album bertajuk The Fame yang dirilis pada tahun 2008. Album ini berisi lima singel, yakni "Just Dance", "Poker Face", "Eh, Eh (Nothing Else I Can Say)", "Love Game", dan "Paparazzi".

Baru-baru ini, dalam sebuah wawancara, Lady Gaga mengaku menderita "gangguan psikotik" setelah jadi korban perkosaan dan hamil oleh seorang produser ketika berusia 19 tahun, masa ketika dia berusaha mencari pijakan di industri musik.

Penyanyi yang kini berusia 35 tahun mengungkapkan kekerasan seksual yang dialaminya dalam wawancara di dokumenter "The Me You Can`t See" mengenai kesehatan mental dan efek jangka panjang trauma.

"Saya bekerja di bisnis ini dan seorang produser berkata, `Lepas pakaianmu`. Dan saya menolak, lalu mereka bilang akan membakar semua musikku. Dan mereka tidak berhenti. Mereka tidak berhenti memintaku, dan saya hanya membeku dan saya... saya bahkan tidak ingat," kata penyanyi yang pertama kali mengungkapkan kekerasan seksual ini pada 2014.

"Pertama, saya merasa sangat-sangat tersakiti, lalu saya mati rasa. Saya merasa sakit selama berminggu-minggu, dan berminggu-minggu setelahnya, dan saya sadar itu rasa sakit yang sama ketika orang yang memperkosa dan menghamili menyudutkan saya," imbuh dia, dilansir dari Reuters.

Penyanyi "Star is Born" itu menderita gangguan psikotik dan selama beberapa tahun dia merasa bukan orang yang sama seperti dulu.

Tapi Lady Gaga menolak menyebutkan siapa pria yang memperkosanya.

"Saya paham gerakan #MeToo, saya paham sebagian orang merasa nyaman dengan gerakan itu, tapi saya tidak. Saya tidak mau menghadapi orang itu lagi," katanya.

Pada 2012, Lady Gaga mendirikan Born this Way Foundation untuk orang-orang yang bergumul dengan masalah kesehatan mental.

Dia mengatakan proses penyembuhan berlangsung lambat.

"Walau saya mengalami enam bulan yang cemerlang, hanya butuh satu pemicu untuk merasakan lagi hal-hal buruk," katanya.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait