Hukum

Ani Welkis Diperkosa dan Dibunuh dengan Sadis, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Sabtu, 22/05/2021 16:27 WIB

Apriani Welkis (19), korban pemerkosaan dan pembunuhan asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Foto: Tajukflores.com/Ist

Kupang, Tajukflores.com - Keluarga Apriani Welkis (19), korban pemerkosaan dan pembunuhan asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang meminta penegak hukum menghukum berat Yustinus Tanaem. Menurut keluarga, aksi Yustinus kepada anak mereka sangat sadis.

"Anak kami tidak hanya diperkosa, dibunuh. Setelah dibunuh, maaf, dipotong payudaranya, ditusuk, maaf, payudarannya," kata keluarga sebagaimana diposting akun Facebook Naomi Kadja Edji yang dikutip Tajukflores.com, Sabtu (22/5).

Dalam postingannya, Naomi Kadja Edji mengatakan perlakuan sadis Yustinus Tanaem kepada korban tak berhenti di situ saja. Pelaku juga menarik rambut di kepala korban.

"Sehingga tidak ada rambut yang menempel di kepalanya," ujar Naomi.

Naomi mengatakan keluarga mengecam keras apa yang dilakukan Yustinus. Seharunsya, sebagai laki-laki, Yustinus melindungi korban yang nota bene seorang perempuan.

"Perbuatan pelaku sangat sadis dan sangat biadab. Dia telah dan sangat melecehkan kaum wanita. Seharusnya sebagai lelaki, dia harus melindungi kaum wanita yang lemah," ungkap Naomi.

Oleh karena itu, lanjut Naomi, keluarga meminta aparat penegak hukum menghukum Yustinus Tanaem seberat-beratnya.

"Kami keluarga besar Welkis, Bapa Anus, Mama Una dan ketujuh saudaranya, terlebih mama kandung sangat mengharapkan kepada bapak dan ibu penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal perbuatannya," jelas Naomi.

Naomi juga mengatakan pihak keluarga berterima kasih kepada polisi yang berhasil menangkap pelaku.

Sebelumnya, polisi menjerat tersangka Yustinus Tanaem (YT) dengan Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna B, mengatakan bahwa dalam kasus ini, tersangka sudah berencana melakukan pembunuhan terhadap korban, Apriani Welkis .

Hal tersebut diketahui dari pisau yang digunakan oleh tersangka yang sudah dibawa saat menjemput korban.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-05-22/3fefe508b0448b45dba5eaa49937cda9_1.png

Menurut Krisna, pelaku sebelumnya sudah pernah melakukan tindakan pembunuhan terhadap gadis lain pada Februari 2021 lalu dengan usia yang sama, yakni 19 tahun.

Perbuatan tersangka baru terungkap setelah pada 17 Mei 2021 jenasah korban kedua ditemukan membusuk di salah satu lahan milik salah satu perusahaan di Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Polisi dalam hal ini anggota Resmob Subdit 3 Jatanras Polda NTT bersama Polres Kupang kemudian memburu pelaku.

Tersangka kemudian dibekuk anggota kepolisian saat sedang membawa kendaraan truk di wilayah Kota Kupang.

"Tersangka ditangkap pada Kamis (20/5) kemarin di wilayah Kota Kupang setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi, rekaman CCTV, kloning CDR nomor handphone korban," tambah dia.

Lebih lanjut, katanya, proses penyelidikan terhadap tersangka masih terus dilakukan. Nmun, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut adalah untuk memenuhi hasrat seksualnya.

Adapun mudus operandinya tersangka ialah menawari pekerjaan kepada korban melalui media sosial Facebook. Korban iming-iming gaji yang tinggi di gudang salah satu toko sehingga korban pun tergiur.

Karena tergiur dengan pekerjaan itu, korban kemudian dijemput oleh pelaku untuk diantar ke tempat kerja.

Dalam perjalanan pelaku memberhentikan kendaraannya di lokasi jauh dari pemukiman warga. Di lokasi itu, pelaku merayu korban untuk berhubungan badan sebagai balasan sudah memberikan pekerjaan kepada korban.

Korban menolak, lalu berusaha melarikan tetapi ditangkap lagi oleh tersangka. Karena mendapatkan perlawanan, tersangka kemudian menghunuskan pisau ke dada korban, baru kemudian menyetubuhi korban.

Oleh : Leonardus

Artikel Terkait