Hukum

Kasus Anggota TNI Tampar Petugas SPBU di Maumere Berakhir Damai

Kamis, 27/05/2021 10:35 WIB

Anggota TNI Kodim 1603 Sikka dan petugas SPBU Waipare, Kabupaten Sikka, NTT, sepakat berdamai, Selasa malam. (Dokumen Kodim Sikka)

Maumere, Tajukflores.com - Kasus anggota TNI dari Kodim 1603 Sikka yang menampar petugas SPBU Waipare, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, karena ditegur untuk antre isi bensin, Selasa (25/5) berakhir dengan damai.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1603 Sikka, Letnan Kolonel Inf M Zulnaendra Utama menuturkan, persoalan tersebut sudah selesai.

"Masalahnya sudah selesai. Keduanya bersepakat berdamai. Tadi malam mereka sudah menandatangani surat pernyataan damai di ruang Kantor Ramil 1603-04/Kewapante pukul 20.00," kata Zulnaendra, Rabu (26/5), melansir Kompas.com.

Menurut Zulnaendra, anggotanya saat kejadian sedang terburu-buru karena akan melakukan tugas di Desa Habi, Kecamatan Kangae. Kebetulan, motornya kehabisan BBM dan akhirnya menuju ke pom bensin terdekat yaitu SPBU Waipare.

"Di SPBU, ia melihat antrean panjang. Beliau langsung ke depan. Biasanya memang kita sudah ada kerja sama untuk Anggota TNI atau Polri, apabila mendesak terkait tugas yang akan dilaksanakan, itu bisa didahulukan. Tetapi, ada kesalahpahaman dengan anggota SPBU, sehingga terjadinya insiden itu," kata Zulnaendra.

Sebelumnya, seorang anggota TNI menampar petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Waipere di Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/5).

Aksi anggota TNI terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial.

"Seorang oknum tentara berpakaian lengkap tidak terima saat ditegur dengan baik oleh petugas hingga memukul dan marahi petugas," tulis akun Facebook Nurdin Jaenal sebagaimana dikutip Tajukflores.com, Rabu (26/5).

Menurut Nurdin, selain menampar petugas SPBU, anggota TNI itu juga menantangnya melaporkan ke polisi. "Kejadian ini sangat disayangkan sekali," tulisnya.

Dia pun mengimbau agar video tersebut diviralkan agar peristiwa semacam itu tidak terulang. "Bantu viralkan kejadian semacama ini tidak seenak-enaknya lagi dilakukan oleh mereka yang dipercaya untuk melindungi masyarakat dan negara," tutupnya.

 

Oleh :

Artikel Terkait