Politik

51 Pegawai KPK Dipecat, PKS Sentil Korupsi Bansos

Senin, 31/05/2021 10:46 WIB

Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Foto: Tajukflores.com/PKS.id

Jakarta, Tajukflores.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengkiritisi pemecatan 51 dari 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Menurut dia, TWK hanya dijadikan alat untuk menyingkirkan pegawai yang tengah mengusut kasus-kasus korupsi besar.

Dia mengatakan, 51 pegawai KPK disingkirkan dengan TWK yang bermasalah secara subtansi membuat rasa keadilan terhadap rakyat semakin terkoyak.

"Kesadaran nurani publik tersakiti karena ketika agenda pemberantasan korupsi dilemahkan. Di saat yang sama dana bantuan sosial yang seharusnya diperuntukkan untuk rakyat yang terdampak pandemi justru dikorupsi habis-habisan oleh para pejabat negara yang korup," kata Syaikhu dalam keterangannya, Senin (31/5).

Syaikhu mengatakan, pemecatan 51 penyidik KPK ini membuat publik akhirnya bertanya. Mereka yang terlibat aktif mengusut kasus korupsi yang jelas merugikan bangsa dianggap tidak nasionalis dan cinta NKRI.

"Publik pun menjadi bertanya-tanya, apakah integritas dan sikap anti-korupsi bukan sikap yang Pancasilais dan cinta NKRI?" jelas Syaikhu.

Dia menegaskan, jangan sampai hanya karena segelintir oknum yang ingin melemahkan pemberantasan korupsi, institusi KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi lemah.

"Jika itu terjadi maka rakyatlah yang dirugikan," pungkasnya.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait