Travel

Kemenparekraf Kampanyekan Rindu Labuan Bajo di Jakarta Lewat Tarian Animal Komodo Pop

Senin, 31/05/2021 12:13 WIB

Para penari Komodo Animal Pop saat tampil di Stasiun MRT, Minggu (30/5/2021). Foto:Tajukflores/Kemenparekraf

Jakarta, Tajukflores.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mempromosikan kampanye #RinduLabuanBajo dengan menghadirkan penampilan Animal Pop Komodo, di Stasiun MRT Bundaran HI, Minggu (30/5).

Tarian kontemporer itu merupakan kreasi anak muda dari Pulau Komodo dan Pulau Rinca Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Selain itu, tarian unik ini juga adalah hasil hasil dari kegiatan inkubasi program Aksilarasi 2020 melalui subsektor seni pertunjukan, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Penampilan ini sekaligus menjadi agenda uji publik atas keberhasilan kegiatan tersebut.  

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, saat menyaksikan langsung penampilan Animal Pop mengatakan kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Labuan Bajo yang merupakan satu dari lima destinasi super prioritas.

Rangkaian kegiatan meliputi promosi produk pariwisata lokal berupa atraksi budaya/pertunjukan, paket wisata tematik, serta produk-produk ekonomi kreatif.

"Dengan #RinduLabuanBajo, kami ingin memastikan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo ke depan bisa lebih berkualitas dan berkelanjutan," kata Sandiaga

Sandiaga menjelaska  kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo saat ini menunjukkan peningkatan yang baik. Naik sekitar 20 hingga 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan kegiatan ini, ia berharap tidak hanya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo yang bertambah tapi juga kualitas wisatawan meningkat, sehingga benar-benar dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Kita tidak lagi melihat kuantitas tapi kualitas dari segi penciptaan lapangan kerja, juga peningkatan ekonomi kreatif. Ini merupakan kolaborasi bersama, harapanya kita bisa segera bangkit membantu saudara kita yang betul-betul membutuhkan bantuan dan harapan kita agar pariwisata bisa segera bangkit dan pulih," jelasnya

Ia  berharap ke depan kolaborasi ini bisa ditingkatkan dengan menghadirkan lebih banyak lagi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif dari daerah lain di Indonesia.

"Serta ikut mempromosikan MRT Jakarta sebagai gaya hidup baru masyarakat Indonesia. MRT bukan hanya milik warga Jakarta tapi milik Indonesia," tambahnya.

Saat bersamaan, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Shana Fatina menjelaskan kegiatan ini diharapkan makin meningkatkan awareness wisatawan dan publik terhadap pariwisata di Labuan Bajo Flores.

Tetapi juga menjembatani akses pasar produk pariwisata Labuan Bajo Flores di Jakarta sehingga produk kreatif lokal dapat laku terjual.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong penyebaran informasi terkait potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo Flores. Selain itu mendorong Labuan Bajo sebagai lokasi event, serta mendukung kampanye Bangga Buatan Indonesia untuk produk UMKM Labuan Bajo Flores.

"Intinya dengan tanda pagar Rindu Labuan Bajo kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Labuan Bajo tidak hanya Komodo, tapi beyond that ada desa wisata, produk ekonomi kreatif, serta kuliner menarik. Sehingga Labuan Bajo memang untuk semua (kalangan) dan kalau ingin mendapatkan pengalaman wisata berkualitas datanglah ke Labuan Bajo," kata Shana Fatina.

Sementara Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menambahkan, pihaknya siap untuk berkolaborasi lebih jauh dengan Kemenparekraf/Baparekraf dalam mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air. Saat ini ada 13 stasiun MRT Jakarta yang dapat menjadi lokasi promosi pariwisata serta pameran produk ekonomi kreatif.

"Saat ini ada 26 UMKM yang kami bina dari sebelumnya 16 UMKM. Mudah-mudahan dapat berlanjut kegiatan kolaborasi ini dengan budaya dan objek wisata lain di seluruh jalur MRT Jakarta untuk menjadi sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif," kata William

"Tidak hanya untuk promosi pariwisata, tapi juga bagi MRT Jakarta yang diharapkan dapat menaikkan jumlah penumpang MRT, khususnya di Sabtu dan Minggu yang biasanya tidak terlalu banyak dibanding hari biasa," lanjut William.

Adapun acara ini menghadirkan talkshow, music performance, Sasando performance, serta pameran pelaku UMKM ekonomi kreatif Labuan Bajo. Yakni Muku Cookies, De Morin Coffee, New Eden Moringa, Cuing Labuan Bajo, Bajo Bloom, dan Labora Art.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait