News

Survei SMRC: Mayoritas Warga Indonesia Anggap Israel Bersalah dalam Konflik dengan Palestina

Senin, 31/05/2021 14:14 WIB

Satu unit artileri Israel menembak ke arah sasaran di Jalur Gaza, di perbatasan Gaza Israel, Kamis (13/5/2021). Konflik antara Israel dan Palestina belum menunjukkan tanda mereda serangan udara masih gencar dilakukan. (AP Photo/Ariel Schalit)

Jakarta, Tajukflores.com - Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa mayoritas warga Indonesia menganggap Israel adalah pihak yang bersalah dalam konflik Israel-Palestina yang meningkat beberapa waktu terakhir ini.

"Dalam survei tersebut, dari yang tahu konflik antara Israel dan Palestina, sekitar 71% menilai bahwa yang bersalah dalam konflik itu adalah pihak Israel. Ada 3% “yang menilai pihak Palestina yang bersalah, dan ada 5% yang menilai keduanya bersalah. Yang tidak menjawab 21%,” kata Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando dalam rilis hasil survei secara daring, Senin (31/5).

Melalui survei ini, diketahui mayoritas warga (88%) tahu bahwa terjadi peningkatan konflik antara Israel dan Palestina.

Menurut Ade, temuan ini menunjukkan kuatnya pandangan dalam masyarakat Indonesia bahwa Israel adalah pihak yang bersalah dalam konflik berkepanjangan tersebut.

"Dalam hal ini, sikap politik Presiden Jokowi yang menegaskan Indonesia membela rakyat Palestina nampak sejalan dengan aspirasi publik,” jelas Ade.

Ade merinci, kecenderungan untuk menganggap Israel sebagai pihak bersalah secara merata terlihat di setiap segmen atau kelompok masyarakat. Namun, terdapat variasi di kalangan warga yang berpendapatan lebih tinggi dan yang lebih rendah.

"Sekitar 75% warga yang berpenghasilan lebih dari Rp 4 juta/bulan menganggap Israel bersalah, sementara 63% warga yang berpenghasilan di bawah Rp 2 juta/bulan yang berpandangan demikian,” terang Ade.

Lebih lanjut, kecenderungan untuk memandang Israel sebagai pihak bersalah juga terlihat agak berbeda antara warga Muslim dan warga non-Muslim.  Sekitar 74% dari warga Muslim menilai Israel sebagai pihak yang bersalah. Sementara pada warga non-Muslim, yang berpendapat demikian sekitar 51%.

Selain itu, perbedaan cara pandang juga terlihat antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo.

"Di kalangan pemilih Jokowi, yang menilai Israel sebagai pihak yang bersalah sekitar 67%; sementara di kalangan pemilih Prabowo persentasenya lebih tinggi, yakni 80%. Di kalangan warga yang puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden, yang menilai Israel sebagai pihak yang bersalah ada sekitar 69%; sedangkan pada warga yang tidak puas ada 78%. Lalu,  Di kalangan pendukung partai, yang paling tinggi persentasenya menyalahkan Israel adalah pendukung PKS (86%), PPP (86%), dan Gerindra (81%),” jelas Ade.

Adapun survei ini dilakukan pada 25-28 Mei 2021 dengan sampel 1201 responden yang dipilih secara random. Metode yang digunakan adalah melalui telepon dengan responden, sementara margin of error diperkirakan +/- 2,9%.

 

 

 

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait