Hukum

Polda NTT dan Satgas OJK Ungkap Praktek Investasi Bodong di Ende Senilai Rp28 Miliar

Kamis, 03/06/2021 12:21 WIB

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Budhiaswanto (tengah) menyampaikan keterangan terkait penangkapan MB, tersangka kasus investasi bodong.Foto: Tajukflores/Ist

Kupang, Tajukflores.com - Direktorat Reses Kriminal Khusus (Ditreskrismus) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil mengungkap kasus investasi bodong senilai Rp miliar di Kabupaten Ende.  Kasus ini terungkap setelah  penyelidikan berlangsung selama satu tahun.

Pelaku berinisial MB adalah Direktur PT Asia Dinasti Sejahtera sudah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Kabid Humas Polda NTT Kombers Rishian Budhiaswanto menyatakan modus yang dilakukan tersangka ialah mendirikan perusahaan pada membentuk struktur organisasi yang tidak sesuai aturan. Selanjutnya mengumpulkan dana sebesar Rp 28 miliar dari masyarakat mulai 10 Februari 2019-Juli 2020 tanpa izin dari Bank Indonesia dan OJK.

"Tersangka menawarkan kepada masyarakat paket digital silver, gold, platinium, executive, deluxe, dan super deluxe yang mana mendapatkan profit dari simpanan dalam jangka waktu tertentu sesuai paket atau produk yang dibeli," Kata Kombes Rishian dalam keterangannya, Rabu (3/6)

Selama kurun waktu tersebut, pelaku berhasil mengaet 1.800 nasabah. Mereka menyetorkan uang ke rekening miliknya. Menurut Kombes Rishian, sejumlah aset MB sudah disita. Antara lain uang tunai Rp1,139 miliar dan aset tidak bergerak berupa tanah dan bangun senilai Rp17,5 miliar.

MB dituduh melanggar pasal 48 ayat 1 jo pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan yang telah diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 1998 dengan ancaman hukuman sekurang-kurangnya lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda sekurang-kurangnya Rp10 miliar dan denda paling banyak Rp20 miliar.



Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait