Hukum

Kasus Pengalihan Aset Pemda Mabar, Pengacara Muhammad Achyar Divonis 10,5 Tahun Penjara

Jum'at, 18/06/2021 17:52 WIB

Hakim Tipikor Kupang memvonis 10 tahun enam bulan kepada pengacara Muhammad Achyar (kiri) dalam kasus korupsi pengalihan aset Pemda Mabar. Foto: Grid.id

Kupang, Tajukflores.com - Muhammad Achyar divonis hukuman penjara selama 10 tahun enam bulan karena terbukti terlibat melakukan korupsi pengalihan aset tanah seluas 30 hektare milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (18/6).

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang, Wari Juniati, menyebutkan, terdakwa Muhammad Achyar terbukti terlibat dalam kasus pengalihan aset tanah seluas 30 hektare di Kerangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, yang merugikan negara lebih dari Rp1 triliun itu.

Dalam sidang putusan ini, terdakwa Muhammad Achyar mengikuti melalui virtual dari Rumah Tahanan (Rutan) Kupang sementara para penasehat hukumnya mengikuti secara langsung pembacaan putusan di ruangan sidang utama PN Kupang.

Dalam putusannya, hakim menyebutkan bahwa sesuai dengan barang bukti dari BPN Manggarai Barat, diketahui bahwa tanah tersebut berada dalam wilayah tanah Pemda Mabar.

Pembelian tanah seluas 30 hektare itu telah berlangsung pada tahun 1989 yang dilanjutkan dengan penyerahan uang adat yang dialokasikan dari APBD sehingga tanah itu telah menjadi aset Pemerintah Manggarai Barat.

Hakim  menyebutkan terdakwa Muhammad Achyar kemudian menjual tanah itu kepada David Andre Pratama seharga Rp5 miliar dan membangun Vila Putih di atas tanah tersebut.

Hakim menegaskan bahwa terdakwa Muhammad Achyar mengetahui bahwa tanah tersebut berada di atas tanah milik Pemkab Manggarai Barat.

"Perbuatan terdakwa telah terbukti melawan hukum, unsur melawan hukum, unsur memperkaya diri sendiri semuanya telah terpenuhi," kata Majelis Hakim,Ibnu Kholik saat membacakan putusan itu.

Berdasarkan bukti-bukti itu sehingga majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang, menyatakan terdakwa Muhammad Achyar telah terbukti bersalah dan divonis pidana penjara selama sepuluh tahun dan enam bulan penjara.

Majelis hakim juga menghukum terdakwa Muhammad Achyar dengan denda Rp1 miliar subsidair tiga bulan kurungan.

Terdakwa juga dihukum untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp500 juta. Dengan ketentuan, apabila tidak membayar uang pengganti maka seluruh kekayaan terdakwa disita untuk dilelang.

Oleh : Leonardus

Artikel Terkait