Gaya Hidup

Novel Molas Flores Gadis Pulau Bunga Diapresiasi, Ada yang Tawar Bikin Film

Senin, 28/06/2021 12:37 WIB

Willy Hangguman, mantan Pemimpin Redaksi (Pimred) Suara Pembaruan. Foto: Tajukflores.com/Ist

Jakarta, Tajukflores.com - Novel Molas Flores Gadis Pulau Bunga karya Willy Hangguman, mantan Pemimpin Redaksi (Pimred) Suara Pembaruan mendapat apresiasi yang luas dari pecinta novel tanah air.

Cendikiawan asal Flores Ignas Kleden misalnya, menyebut, novel Molas Flores Gadis Pulau Bunga adalah gabungan novel biografis dan novel etnografis. Kata Ignas, novel ini ditulis dengan sederhana dengan teknik flash back tapi banyak informasinya tentang Flores menarik dan penting secara etnografis.

"Saya terheran-heran bagaimana anda tahu detil pertumbuhan dan pendidikan di asrama bagi seorang gadis kecil yang bertumbuh dewasa di tangan seorang biarawati asing. Saya ucapkan selamat buat terbitnya novel itu dan berharap anda menulis lagi," kata Ignas Kleden dalam keterangannya, Senin (28/6).

Hal senada diungkap Ambi C Noor, pemusik dan film maker senior. "Ini sebuah novel yang bernyanyi. Begitu membaca saya langsung merasakan hal tersebut. Saya ingin sekali membuat film Molas Flores," ujarnya.

https://cdn.tajukflores.com/posts/1/2021/2021-06-28/cfa1f6724b3372473a93a8fdfddbd29a_1.jpeg

Sementara, Frans Sartomo, wartawan senior Kompas mengungkapkan, meski tanpa konflik tajam, novel tersebut kaya warna. "Membaca novel ini kita menjadi tahu tentang Flores dalam banyak hal," ungkapnya.

Adapuan pemusik Gilang Ramadhan mengungkapkan kekaguman karya Willy dan berharap dapat diangkat ke dalam bentuk film.

"Dari judul novel ini saja sudah terbayang atmosfir musik kalau novel ini difilmkan," kata Gilang.

Usai lepas dari dunia jurnalis, saat ini Willy Hangguman memilih tinggal di kampung halamannya di Flores, NTT. Selain bergiat di bidang literasi, Willy juga sedang menyiapkan beberapa novel lain yang siap untuk dicetak.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait