Hukum

Selingkuhan Virgita Legina, Istri Juragan Emas di Jayapura Ternyata Warga Afghanistan

Senin, 05/07/2021 16:17 WIB

Polresta Jayapura, Papua menetapkan Mahdi Mehraban sebagai tersangka pembunuhan Nasruddin alias Acik. Mahdi Mehraban merupakan selingkuhan Virgita Legina Hellu (VLH), istri Acik. Foto: Istimewa

Jayapura, Tajukflores.com - Polisi menetapkan Mahdi Mehraban sebagai tersangka pembunuhan Nasruddin alias Acik (44), seorang juragan emas di Jayapura, Papua.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Gustav Urbinas, mengatakan, Mahdi Mehraban adalah seorang warga negara asing asal Afghanistan.

"Tersangka MM merupakan warga negara asing (WNA) asal Afganistan, yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Almarhum Nasruddin," kata Gustav saat konferensi pers di Mapolresta Jayapura, Senin (5/7).

Gustav menerangkan, Mahdi Mehraban merupakan kekasih gelap atau pasangan selingkuh dari Virgita Legina Hellu (VLH), yang tak lain istri dari Acik. Adapun pembunuhan terhadap Acik diduga untuk melanggengkan perselingkuhan tersebut.

"Keduanya memiliki hubungan gelap yang diawali tahun 2021. Motif hubungan asmara antara pelaku dan istri koban, tetapi peristiwa yang terjadi seolah-olah, sepertinya ada kejadian perampokan dan pencurian," jelas Gustav.

Dia menjelaskan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Afghanistan di Jakarta dan Kantor Imigrasi kelas I Jayapura guna memeriksa statusnya sebagai warga negara asing.

"Rencana kami untuk memeberikan surat penyidikan ke kedutaan besar Afghanistan. Kita harus cek statusnya, dokumen apa saja yang dibawa, mengapa dia bisa ada di Jayapura. Apalagi disaat pandemi covid," kata dia.

Adapun Virgita, lanjut Gustav, telah diamankan Polres Enrekang dan dalam perjalanan menuju Kota Jayapura. Wanita berusia 25 tahun itu ditangkap polisi di Kampung Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/7).

Selanjutnya, Virgita diterbangkan dari Makassar ke Jayapura untuk proses pengembangan kasus tersebut. Hal ini untuk membongkar dugaan keterlibatan istri korban atas skenario pembunuhan sang suami.

Setelah tiba pada siang ini di Polresta Jayapura Kota, Virgita akan langsung diperiksa terkait konspirasi untuk pembunuhan berencana tersebut.

"Nanti hasil penyidikan lebih lanjut pemeriksaan akan dilaksanakan setelah yang bersangkutan tiba disini dan dikawal oleh penyidik," ungkap Gustav.

Sementara itu, kasus tersebut telah dinaikan menjadi penyidikan dari penyelidikan dengan memeriksa 5 orang saksi, diantaranya pelapor yaitu kakak dari Nasruddin, orang yang pertama kali menolong korban, saksi lain yang mengetahui kejadian, Virgita, dan teman dekat MM.

Atas perbuatannya, Mahdi dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau selama 20 tahun perjara serta pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait