Hukum

TPDI Minta Polisi Periksa Hotman Paris dan Babe Aldo terkait Dokter Lois Owen

Selasa, 13/07/2021 11:34 WIB

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus. Foto: Istimewa

Jakarta, Tajukflores.com - Polda Metro Jaya melimpahkan perkara dokter Lois Owien,  sosok yang viral media sosial lantaran menyebut jika kasus kematian Covid-19 tidak disebabkan virus melainkan efek dari interaksi obat yang dikonsumsi pasien ke Bareskrim Polri.

Lois melakukan wawancara dengan salah satu penyiar Podcast Babeh Aldo (PBA) dan tersebar luas di media sosial. Dalam wawancara tersebut Lois menyebutkan pandemi ini berjualan vaksin dan obat. Tak hanya itu, narasi yang sama diduga disampaikan dokter Lois dalam wawancaranya dengan advokat senior Hotman Paris Hutapea di chanel YouTube Hotman Paris.

Menanggapi itu, praktisi hukum Petrus Selestinus mengatakan, polisi juga patut memeriksa advokat senior Babe Aldo dan Hotman Paris Hutapea.

Menurutnya, jika mengacu pada ketentuan pasal 45A juncto pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, maka pilihan diksi dan narasi dokter Lois Owen, dalam wawancara yang direkam dan diedarkan melalui akun YouTube Hotman Paris maupun Babeh Aldo, termasuk konten yang tidak layak disebarkan, bahkan sebagai perbuatan yang dilarang UU ITE.

"Konten akun YouTube Hotman Paris dan Babe Aldo, diduga telah memenuhi unsur-unsur pidana dalam pasal ini. Karenanya, baik Hotman Paris Hutapea maupun Babeh Aldo, layak dimintai pertanggungjawaban pidana bersama dokter Lois Owen," kata Petrus kepada Tajukflores.com, Selasa (13/7).

Petrus membeberkan sejumlah diksi dan narasi yang digunakan dalam wawancara di Chanel Hotman Paris Hutapea dan Babe Aldo, yang diduga melanggar ketentuan UU ITE. Di antaranya ialah korban meninggal karena interaksi obat-obatan; rumah sakit penuh karena orang-orang stres; tidak percaya Corona, dan PCR, rapid test sebagai alat setan.

Kemudian pandemi lucu lucuan; tujuannya jualan vaksin dan obat; menganggap diri sebagai penyebar kebenaran; setop pakai alat-alat setan dan setop beri obat-obat; dan masker sebagai selembar kain kotor dari kain kotor untuk pelindung negeri.

Menurut Petrus, Hotman Paris dan Babeh Aldo seharusnya patut menduga bahwa tujuan dokter Lois Owen menyampaikan pandangannya adalah upaya membangun ketidakpercayaan publik kepada Pemerintah dan untuk menimbulkan frustasi sosial di kalangan masyarakat. Alasannya, Pemerintah saat ini sedang giat mencegah dan mengobati pasien Covid-19.

"Karena itu, Bareskrim Polri tidak boleh hanya memeriksa, menjerat dan menjadikan dr. Lois Owen sebagai tersangka, tetapi juga Hotman Paris Hutapea dan Babe Rildo patut dimintai pertanggungjawaban pidana," pungkas advokat Peradi ini.

 
 
Oleh : Leonardus

Artikel Terkait