News

Tegas! Wabup Manggarai Larang Pelaksanaan Acara yang Timbulkan Kerumunan

Jum'at, 16/07/2021 08:56 WIB

Wakil Bupati Heribertus Ngabut melakukan rapat koordinasi dengan BMKG di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Jumat (7/5). Foto: Tajukflores/Prokopim Manggarai

Ruteng, Tajukflores.com - Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Heribertus Ngabut kembali menegaskan larangan kepada masyarakat untuk tidak mengadakan acara yang menimbulkan kerumuman.

Hal itu disampaikan Heri saat meninjau langsung penanganan pasien Covid-19 yang menjalankan isoman (isolasi mandiri) pada dua desa di wilayah Kecamatan Cibal Barat, Kamis pagi (15/7).

"Terhitung mulai tanggal 21 Juli hingga 1 Agustus 2021, seluruh acara yang menimbulkan kerumunan akan dilarang. Hal tersebut sudah tertuang dalam Instruksi Bupati Manggarai Nomor: HK/23/2021 Tentang Penegasan Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Manggarai, yang akan dievaluasi kembali sesuai dengan tingkat perkembangan COVID-19 di Manggarai,” kata Heri

Selain itu, Wabup Heri juga berharap agar seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Cibal Barat sungguh-sungguh menerapkan protokol kesehatan. Dirinya mengingatkan untuk tetap waspada dan jangan panik.

"Kabupaten Manggarai sudah terhitung masuk dalam zona merah. Oleh karena itu mohon bantuan Pa Camat dengan tetap berkoordinasi dengan Babinkamtibmas, juga Babinsa, dan seluruh jajaran lainnya terutama tenaga medis dan kepala desa untuk memastikan seluruh prokes bisa berjalan dengan baik dan benar," jelas Heri.

Ia juga berharap, agar pemerintah desa memanfaatkan 8 persen alokasi dana desa untuk penanganan Covid-19 di tingkat desa dengan baik serta dalam pelaksanaannya harus transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Untuk dana desa yang delapan persen, jangan lupa, boleh uangnya keluar untuk segala macam, (namun) catatan keluar (pembelanjaan) menjadi penting," katanya

Saat bersamaan, Wabup Heri juga  menyempatkan waktu meninjau Puskesmas Wae Codi dan Puskesmas Pagal.  Ia memerintahkan pihak puskesmas untuk segera mengantar salah satu pasien Covid-19 yang mulai menunjukan gejala agar segera ditangani oleh rumah sakit.

Sementara itu, Camat Cibal Barat, Karolus Mance, menuturkan bahwa total jumlah kasus terkonfirmasi di wilayahnya mencapai 31 kasus dan tersebar di 5 desa dengan rincian Desa Bangka Ara 12 kasus, selesai isolasi 7, sedang isolasi 5; Desa Compang Cibal 3 kasus, semua telah selesai isolasi; Desa Lenda 13 kasus, selesai isolasi 10, sedang isolasi 3; Desa Wae Codi 1 kasus, sedang isolasi; dan Desa Golowoi 2 kasus, sedang isolasi.

Kasus terkonfirmasi ini, lanjutnya, kebanyakan disebabkan oleh transmisi dari luar.

"Tim Gugus Tugas Kecamatan bersama petugas kesehatan, kita bersepakat, supaya semua yang pendatang dari luar sebelum mereka membaur dengan masyarakat, kita cek dulu dokumennya apakah mereka membawa hasil rapid tes atau tidak," ungkapnya.

Bila dokumennya telah kadaluarsa atau tidak memiliki dokumen, maka yang bersangkutan akan diperiksa oleh petugas puskesmas. Bila positif, maka akan langsung diarahkan untuk melakukan karantina serta ditangani secara medis.

"Ada protap yang sementara kami sepakati di sini, bahwa untuk yang isolasi mandiri harus buat (surat) pernyataan bahwa mereka taat terhadap prokes, dan nanti tim tracing akan melakukan pengecekan," tuturnya.

Selama menjalani masa isolasi, lanjutnya, bila ditemukan ada warga yang melanggar protokol kesehatan selama masa karantina, maka warga tersebut akan langsung diantar ke Wisma Atlit untuk dilakukan karantina secara terpisah.

Untuk pemenuhan kebutuhan selama masa isolasi, para warga yang terpapar akan dibantu melalui alokasi dana desa.

"Kita menggunakan dana desa untuk penanganan selama masa isolasi," tuturnya.

 

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait