Travel

1.000 Sepatu Alas Tempuh Berbagi dan Mengajar di Manggarai Flores

Jum'at, 30/07/2021 22:02 WIB

Foto:Tajukflores/sampaijauh.com

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Petualangan seru tim 1.000 Sepatu Alas Tempuh di wilayah timur Indonesia kembali berlanjut. Kali ini sampaijauh.com bersama Isser Whitey James dan Ferry Salim melanjutkan perjalanannya ke sebuah pulau eksotis Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membagikan sepatu “Alas Tempuh” dan buku-buku kepada masyarakat khususnya anak-anak yang membutuhkan.

Dalam misinya kali ini, tim 1.000 Sepatu Alas Tempuh ditemani traveler blogger cantik ternama Indonesia Marischka Prudence untuk berpetualangan ke salah satu desa unik di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur bernama Wae Rebo.

Sebelum sampai ke tempat tujuan, tim menikmati hidangan laut di pesisir pantai putih Flores. Salah satu menu yang cukup popular dan mencoba menyantap hidangan parrot fish atau ikan kakak tua yang banyak hidup di perairan Nusa Tenggara Timur.

Usai menyantap makanan, tim bergegas menuju ke wilayah dataran tinggi, Desa Wae Rebo untuk menginap, berbincang, melihat kegiatan masyarakat setempat dan memberikan beberapa sepatu serta buku-buku.

"Kalau kita datang ke Wae Rebo kita pastinya menginap di sini. Dan waktu tahun 2015 gue menginapnya di bangunan yang di atas (Mbaru Niang). Bentuknya persis seperti bangunan lain di sini, tapi di situ bisa untuk turis yang datang, cuma sekarang digunakan untuk perpustakaan,” ujar Marischka menceritakan pengalamannya.

Berbeda dengan suguhan saat berada di daerah pesisir pantai yang banyak menyajikan hidangan laut, di Desa Wae Rebo tim “1000 Sepatu Alas Tempuh” dihidangkan makanan hasil alam sekitar, salah satunya buah jeruk yang disebut Diru Raja.

Tidak hanya sampai di situ saja, tim melanjutkan misi sosial mereka untuk mengunjungi Sekolah Dasar Inpres Lenggos, wilayah Lembor. Di sekolah dasar ini  pun menggerakkan sebuah gerakan Lembor Belajar untuk anak-anak tidak mampu di wilayah Labuan Bajo.

Diketahui di tempat tersebut, penduduk setempat khususnya anak-anak diberikan pengajaran yang cukup baik. Di masa pandemi pun, para pengajar tetap memberikan pengajaran dengan mengunjungi rumah masing-masing siswa.

“Sebenarnya Lembor Belajar dimulai tahun lalu 2020, tapi itu untuk private class, jadi perorangan. Saya datang ke murid-muridnya. Mengajak anak-anak ini (siswa-siswi) di tempat ini dari bulan Maret,” jelas Yevi Ingamita salah satu pengajar di Lembor Belajar.

Para siswa dan siswi di tempat ini pun diajarkan bahasa Inggris guna menjadi bekal saat usia dewasa mendatang dalam mencari pekerjaan.

“Penting banget bahasa Inggris, apalagi daerah kami merupakan daerah pariwisata, sudah ditetapkan sebagai daerah wisata super premium. Karena itu, tidak mungkin sebagai penduduk lokal kita hanya menjadi penonton atas perkembangan sumber daya alam kita. Sumber daya masyarakatnya pun harus ditingkatkan. Karena saya tahu wisatawan asing akan banyak datang ke sini,” tambahnya.

Di Desa Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur tersebut, tim juga disambut baik oleh Kepala Desa setempat dengan disuguhkan upacara penyambutan serta hidangan ringan khas desa setempat. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi tempat belajar lainnya, yakni Relawan Bajo Dharma di Desa Mburak.

Di tempat ini, tim diajak untuk membantu relawan pengajar untuk memberikan pendidikan tentang alam serta pendidikan bahasa. Tidak lupa, tim “1.000 Sepatu Alas Tempuh” pun membagikan sepatu serta buku-buku untuk siswa setempat. (Sampaijauh.com)

 

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait