Ekonomi

De Morin Cofee, Geliat Produk Lokal di Daerah Wisata Super Premium Labuan Bajo

Senin, 02/08/2021 17:57 WIB

De Morin Cofee. Foto:Tajukflores/Ist

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Keberadaan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan di berbagai sektor kehidupan. Salah satunya ialah ekonomi kreatif penduduk lokal.

Saat ini banyak bermunculan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Labuan Bajo. Mereka menawarkan berbagai produk-produk kreatif lokal. Diantaranya kerajinan dan tenun lokal, kuliner, kopi dan sebagainya.

Menurut Beny, salah seorang pelaku usaha kopi di Labuan Bajo, status pariwisata premium merupakan peluang yang sangat besar, lantaran produk-produk lokal dilirik para wisatawan.

Hal itulah yang kemudian meyakinkannya untuk merintis usaha pengolahan kopi bubuk murni khas Manggarai Flores, De Morin Cofee sejak November 2019 lalu.

Selain itu, Manggarai merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik, namun saat ini masih banyak dijual di pasar-pasar tradisional belum banyak yang dipasarkan di mini market, kafe-kafe, hotel atau di luar daerah berupa kemasan.

"Untuk itulah De Morin Cofee mencoba mengolah kopi asli Manggarai secara tradisional, seperti yang diwariskan turun temurun menggunakan periuk tanah liat sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang otentik, kemudian dikemas secara menarik untuk dipasarkan secara luas," kata Beny belum lama ini.

Menurutnya, De Morin Cofee ingin memberi warna berbeda. Tak lainAgar kopi dari Manggarai semakin dikenal oleh banyak orang dan dipasarkan lebih luas.

"Makanya, baru-baru ini juga kita mencoba me-rebranding semuanya. Mulai dari desain logo dan kemasan yang dibantu oleh tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sehingga menjadi lebih menarik. Sebelumnya untuk desain kemasan, kita bekerja sama dengan pihak ketiga. Saya hanya menyiapkan konsep," jelas Beny.

Beny menuturkan, selain membedah logo dan desain, Kemenparekraf juga sangat membantu dalam hal promosi. Misalnya De Morin Cofee hadir di Jakarta dalam event yang diselenggarakan Kemenparekraf beberapa waktu lalu.

"Event-event yang diselenggarakan pemerintah tentu sangat membantu apa lagi di masa pandemi seperti ini. Selain itu, tentu support dari sesama pelaku UMKM  lokal yang membuat De Morin Cofee bisa bertahan sejauh ini," terang Beny.  

Dia melanjutkan, untuk promosi juga dilakukan melalui media sosial dan menggunakan jasa endorse jika memang sedang ramai pengunjung di Labuan Bajo.

"Target kita memang adalah wisatawan. Sehingga untuk penjualannya tidak hanya dilakukan secara offline di beberapa tempat di Labuan Bajo dan online di beberapa e-commerce, salah satunya Shopee," ungkap Beny.

Untuk saat ini produk-produk De Morin Cofee terdiri dari tiga varian rasa yaitu Arabica, Robusta dan Yellow Cultura dan akan ada penambahan ke depannya. 

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait