Ekonomi

Gubernur NTT Minta Birokrat Berpikir Kreatif Kembangkan Pariwisata

Jum'at, 13/08/2021 13:13 WIB

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Festival Menipo, yang digelar di halaman Lippo Plaza Kota Kupang, Kamis (14/11) siang. (Foto : Kompas.com)

Kupang, Tajukflores.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menginginkan pelayanan pada ruang birokrasi di daerah itu mengedapankan cara berpikir kreatif dalam mengembangkan pembangunan sektor pariwisata.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di NTT sehingga tentu harus dikembangkan secara baik. Birokrasi pemerintahan di daerah yang memiliki banyak potensi wisata harus berpikir kreatif agar sektor wisata berkembang pesat," kata Viktor, Jumat, (13/8), melansir Antara.

Viktor mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah dalam pembangunan sektor pariwisata di NTT di tengah pandemi COVID-19.

Gubernur mengatakan keinginannya agar pelayanan di ruang birokrasi Pemerintah Daerah (Pemda) NTT harus mengedepankan mindset pariwisata.

"Pelayanan pemerintahan harus memiliki mindset pariwisata. Bagaimana kita mau mendorong pembangunan pariwisata kalau sampah masih ada di mana-mana. Pelayanan birokrasi harus mengedepankan pariwisata. Masalah kita ada pada mindset kita. Pemprov, pemkot dan pemkab harus bisa memperbaiki masalah ini," kata Gubernur Viktor.

Mantan anggota DPR-RI itu mengatakan pariwisata harus menjadi idola bagi masyarakat di provinsi berbasis kepulauan ini dengan menjaga, merawat, mengelola potensi wisata yang ada secara baik.

Menurut dia apabila potensi wisata itu berkembang pesat maka berdampak positif bagi masyarakat dengan mendatangkan manfaat yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan mindset pariwisata ada pada bagaimana membangun cara berpikir serta imajinasi terbaik untuk memberikan pelayanan bagi pengunjung, sehingga terwujud rasa bentuk kepuasan bagi wisatawan yang datang berkunjung ke NTT.

"Untuk itu memang perlu ada latihan-latihan lapangan yang nyata dan langsung ada dampaknya. Pemerintahan harus bisa menjadi penggerak," tegasnya.

Viktor berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melatih birokrat pemda di NTT tentang bagaimana memahami tentang pariwisata.

Ia mengatakan apabila birokrasi telah memiliki cara pandang yang baik tentang pembangunan wisata, maka birokrat memiliki kemampuan cepat bergerak menyiapkan program-program pemerintah dalam pembangunan sektor pariwisata.

"Termasuk melakukan pendampingan pada masyarakat bagaimana cara mengelola pariwisata untuk dapat memotong rantai kemiskinan dan membawa masyarakat pada kesejahteraan," ujar Gubernur Viktor. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menginginkan pelayanan pada ruang birokrasi di daerah itu mengedapankan cara berpikir kreatif dalam mengembangkan pembangunan sektor pariwisata.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di NTT sehingga tentu harus dikembangkan secara baik. Birokrasi pemerintahan di daerah yang memiliki banyak potensi wisata harus berpikir kreatif agar sektor wisata berkembang pesat," kata Gubernur Viktor Bungtilu Laikodat di Kupang, Jumat, (13/8).

Viktor mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah dalam pembangunan sektor pariwisata di NTT di tengah pandemi COVID-19.

Gubernur mengatakan keinginannya agar pelayanan di ruang birokrasi Pemerintah Daerah (Pemda) NTT harus mengedepankan mindset pariwisata.

"Pelayanan pemerintahan harus memiliki mindset pariwisata. Bagaimana kita mau mendorong pembangunan pariwisata kalau sampah masih ada di mana-mana. Pelayanan birokrasi harus mengedepankan pariwisata. Masalah kita ada pada mindset kita. Pemprov, pemkot dan pemkab harus bisa memperbaiki masalah ini," kata Gubernur Viktor.

Mantan anggota DPR-RI itu mengatakan pariwisata harus menjadi idola bagi masyarakat di provinsi berbasis kepulauan ini dengan menjaga, merawat, mengelola potensi wisata yang ada secara baik.

Menurut dia apabila potensi wisata itu berkembang pesat maka berdampak positif bagi masyarakat dengan mendatangkan manfaat yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan mindset pariwisata ada pada bagaimana membangun cara berpikir serta imajinasi terbaik untuk memberikan pelayanan bagi pengunjung, sehingga terwujud rasa bentuk kepuasan bagi wisatawan yang datang berkunjung ke NTT.

"Untuk itu memang perlu ada latihan-latihan lapangan yang nyata dan langsung ada dampaknya. Pemerintahan harus bisa menjadi penggerak," tegasnya.

Viktor berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melatih birokrat pemda di NTT tentang bagaimana memahami tentang pariwisata.

Ia mengatakan apabila birokrasi telah memiliki cara pandang yang baik tentang pembangunan wisata, maka birokrat memiliki kemampuan cepat bergerak menyiapkan program-program pemerintah dalam pembangunan sektor pariwisata.

"Termasuk melakukan pendampingan pada masyarakat bagaimana cara mengelola pariwisata untuk dapat memotong rantai kemiskinan dan membawa masyarakat pada kesejahteraan," ujar Gubernur Viktor.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait