News

PLN: Rasio Desa Berlistrik di NTT Meningkat 96,6 Persen

Kamis, 19/08/2021 11:31 WIB

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ignatius Rendroyoko (kanan) menunjukan salah satu fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dibangun di Kota Kupang (Foto : Antara)

Kupang, Tajukflores.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur mencatat rasio desa berlistrik di provinsi berbasiskan kepulauan itu meningkat dari 95,56 persen menjadi 96,6 persen per Agustus 2021.

"Meningkatnya rasio desa berlistrik ini seiring dengan semakin bertambahnya desa-desa yang teraliri listrik PLN sejak memasuki 2021 ini," kata General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT Agustinus Jatmiko di Kupang, Rabu, (18/8).

Agustinus Jatmiko mengatakan hal itu berkaitan dengan perkembangan rasio desa berlistrik di NTT hingga Agustus 2021.

Sebelumnya pihaknya mencatat pada April 2021, kondisi rasio desa berlistrik di NTT sebesar 95,56 persen jumlah desa yang belum teraliri listrik PLN tersisa 140 desa, dari total sekitar 3.000 desa di provinsi setempat.

Kondisi rasio ini, kata dia terus bergerak naik seiring dengan terealisasinya pembangunan jaringan listrik hingga penyalaan listrik di desa-desa.

Ia mencontohkan seperti penyalaan listrik untuk 16 desa selama Juli-Agustus yang tersebar di Kabupaten Kupang, Sumba Timur, Sumba Tengah, Flores Timur, dan Manggarai Barat.

Agustinus mengatakan pembangunan listrik desa akan terus dikerjakan di lapangan meskipun kondisi pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga saat ini.

Ia mengakui salah satu tantangan terbesar yaitu kondisi geografis serta infrastruktur jalan yang sulit diakses pada desa-desa tertentu yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

"Namun ini menjadi motivasi tersendiri juga bagi insan PLN untuk hadir menjawab kerinduan masyarakat untuk menikmati listrik," katanya.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait