News

PPKM Berakhir Hari Ini, Menkes Klaim Penanganan Covid-19 Semakin Membaik

Senin, 13/09/2021 12:25 WIB

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada penghuni rusun di Rusun Penjaringan Sari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 25 Mei 2021. Foto: Antara

Jakarta, Tajukflores.com - Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin mengklaim penanganan Covid-19 di Tanah Air semakin membaik. Ini ditandai dengan penurunan kasus positif, angka kematian dan angka keterisian rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR)secara nasional. Kabar ini disampaikan Budi Gunadi menjelang berakhirnya perpanjangan PPKM hari ini, Senin (13/9).

Menurut Budi Sadikin, rata-rata harian kasus konfirmasi positif saat ini sudah menyentuh angka 5.000, angka perawatan inap di rumah sakit menyentuh rata-rata angka 20.000.

Ini sudah lebih rendah dari angka sebelum lebaran kemarin. Angka kematian juga sudah menurun drastis. Terakhir, angka kematian ratenya menyentuh angka 270. Rata-rata ratenya 470 an. Ini sudah jauh bandingkan dengan angka yang mencapai 2.000 di masa-masa puncaknya," kata Menkes Budi Gunadi dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR bersama Menteria Keuangan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Senayan, DPR, Senin (13/9).

Kondisi yang semakin membaik ini, menurut Budi dapat dilihat dari enam indikator yang diterapkan World Organization Health (WHO) dimana kasus konfirmasi positif secara nasional sudah ada pada level satu atau level yang paling baik.

"Jadi level yang paling baik di bawah 20 kasus konfirmasi per 100 ribu per minggu. Baik untuk rawat inap secara nasional juga sudah masuk ke level dua dan ini bisa terus turun ke level satu," jelasnya.

Untuk tingkat provinsi, Budi mengatakan hampir seluruhnya sudah masuk kategori normal atau kategori satu. Kecuali ada tiga provinsi yang masih berada di level tiga yakni Bangka Belitung, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

"Tren rawat inap banyak yang sudah turun ke level satu. Ada beberapa provinsi yang masih relatif tinggi. Kepulauan Riau (Kepri) Aceh, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timurk," ungkapnya.

Kemudian, untuk tingkat kematian di level provinsi, Budi menyebut sudah sebagain besar ke level normal. "Yang masih tinggi Aceh, Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Jogja, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur," katanya.

Kendati mengalami penurunan, Budi mengatakan pihaknya akan tetap mempertahankan strategi pertahanan berdasarkan rekomendasi WHO yakni perubahan perilaku, stategi deteksi (3T), vaksinasi dan perawatan.

"Perlu kami sampaikan, dengan adanya perkembangan dari pandemi yang terakhir ini, strategi kita sudah ada di hulu sekarang karena tekanan di rumah sakit sudah mulai menurun. Terutama adalah memastikan implementasi dari protokol kesehatan dan perubahan perilaku yg merupakan kerja sama dengan BNPB. Untuk 3T kita tidak boleh kendor, malah harus diperkuat," pungkasnya.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait