News

Jokowi: Terminal Wae Kelambu di Labuan Bajo, Bisa Beroperasi 20 Tahun

Kamis, 14/10/2021 16:48 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10/2021).

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu yang berada di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10).

Jokowi menyebut kapasitas terminal ini sangat besar dan bisa beroperasi hingga 20 tahun.
Pembangunan Terminal Purpose Wae Kelambu merupakan bagian dari pembenahan kawasan wisata Labuan Bajo. Pembenahan ini dilakukan dengan memisahkan Pelabuhan Labuan Bajo yang sebelumnya masih bercampur antara pelayanan kapal penumpang dan kegiatan logistik.

"Ini menjadi sebuah pelabuhan yang besar, yang kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15-20 tahun yang akan datang. Masih memungkinkan feasible untuk angkutan barang yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur terutama di Kabupaten Manggarai Barat," kata dia dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Negara.

Pelabuhan khusus logistik berada di Wae Kelambu yang berjarak kurang lebih 10 hingga 12 kilometer dari Pelabuhan Labuan Bajo. Terminal ini diperuntukkan untuk melayani lalu lintas dan kegiatan bongkar muat komoditas seperti peti kemas, general cargo, dan curah cair.

Dia berharap dengan adanya Terminal Wae Kelambu ini, Pelabuhan Labuan Bajo menjadi lebih bersih agar menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, Terminal Wae Kelambu ini mulai dibangun PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada Agustus 2020 dan selesai pada April 2021.

Terminal ini menjadi format baru pelabuhan di Indonesia.

"Kami melaksanakan kerja sama dengan BUMN, PT Pelindo tepatnya sehingga anggarannya merupakan APBN dan dari BUMN," kata Budi.

Menurutnya, pemisahan pelabuhan logistik dan penumpang tersebut bukan hasil yang mudah.

Dia berharap dengan adanya pelabuhan khusus logistik di Labuan Bajo tersebut dapat mendukung arahan presiden dalam memaksimalkan lumbung beras di Merauke.

"Presiden sudah mengarahkan agar lumbung beras itu dapat memenuhi kebutuhan Indonesia timur. Papua sudah kita lakukan dan NTT sudah kita mulai, di sini ada dua kontainer," ujar Budi.

Budi menyebut ada 15 pelabuhan tol laut yang secara khusus dibangun pemerintah. Tujuannya agar dapat memasok beras tidak lagi dari Pulau Jawa saja namun dari timur Indonesia.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait