Hukum

Duduk Kasus Anggota DPRD Sumba Tengah Aniaya Pendeta

Sabtu, 16/10/2021 12:56 WIB

Anggota DPRD Sumba Tengah, YDP alias Lius (45) dodiga mengiaya pendeta Marthen GW Nunu. Foto: Tajukflores.com/Ist

Kupang, Tajukflores.com - Anggota DPRD Sumba Tengah, NTT berinisial YDP alias Lius (45) diduga menganiaya pendeta Marthen GW Nunu (51). Korban merupakan tokoh agama yang juga pendeta di Gereja Kristen Sumba (GKS) Anamanu, Kabupaten Sumba Tengah.

Korban telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Pos Pelayanan Polsek Urban Katikutana dengan laporan polisi nomor LP/B/79 /X/RES 1.8/2021/NTT/Res SB/Sek. Ktn, tanggal 15 Oktober 2021 dan dibuatkan VER Nomor B / 57 / X / 2021, Tanggal 15 Oktober 2021.

Dilaporkan, kekerasan ini dialami pendeta Marthen GW Nunu di rumah pelaku di Waimamongu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, NTT, Jumat (15/10) di hari.

Saat itu, korban ke rumah pelaku karena ditelepon istri pelaku, Yelince melaporkan kelakuan pelaku yang suka mabuk minuman keras dan sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga dengan istrinya.

Jumat dini hari, sekitar pukul 05.30 wita, korban mendapat pesan Whatsapp dari Yelince, istri pelaku. Ia meminta bantuan korban datang ke rumahnya untuk menasehati pelaku karena pelaku sering mabuk minuman keras dan sering melakukan KDRT terhadap istrinya.

Karena itu, selaku tokoh agama, korban pun ke rumah pelaku, apalagi pelaku adalah salah satu anggota jemaat di GKS Anamanu.

Korban sedianya akan menasehati pelaku. Namun ketika korban Sementara menasehati pelaku, tiba-tiba pelaku bangun berdiri dan memukuli korban menggunakan kepalan tangan mengenai dahi dan perut korban.

Penganiayaan ini menyebabkan korban mengalami luka robek pada dahi dan merasa sakit di bagian perut.

Untuk menghindari hal yang lebih fatal, korban langsung dibawa oleh Orkin (26), yang juga warga Waimamongu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah menggunakan sepeda motor ke rumah sakit umum Waibakul.

"Korban diminta bantuan oleh istri pelaku melalui WhatsApp, agar mendatangi rumah pelaku dan menasehati pelaku," kata Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto saat dikonfirmasi.

Menurut Irwan, terjadi kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Korban sendiri merupakan salah satu tokoh agama dan pendeta di GKS Anamanu dan pelaku merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah dari Partai Nasdem.

"Pelaku sudah pernah melakukan KDRT kepada istri pelaku dan pernah diselesaikan di Polsek Katikutana, Polres Sumba Barat," ujarnya.

Polisi sudah meminta keterangan dari korban pendeta Marthen Nunu dan sejumlah saksi seperti Elisabeth Rambu Emu (50) dan Salmon AK Mali (45) yang juga pendeta di GKS Anamanu.

Polisi juga sudah menginterogasi pelaku dan memeriksa nya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penanganan kasus ini pun sudah diambil alih penyidik Satuan Reskrim Polres Sumba Barat. "Kasusnya kita tarik ke Polres untuk ditangani," bebernya.

Dia masyarakat agar menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian dan tidak main hakim sendiri sehingga tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait