Hukum

Survei SMRC: Hanya 24,9 Persen Publik Menilai Kondisi Pemberantasan Korupsi Baik

Rabu, 20/10/2021 09:53 WIB

Ilustrasi: Tajukflores/Ist

Jakarta, Tajukflores.com - Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa hanya 24,9 persen publik Indonesia yang menilai kondisi pemberantasan korupsi baik.

Hal itu disampaikan Direktur SMRC Sirojudin Abbas saat  rilis survey bertajuk ‘Evaluasi Publik Nasional Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi’ secara online di Jakarta, (19/10)

"Angka ini lebih rendah dibanding yang menilai buruk atau sangat buruk, yakni sebesar 48,2. Sementara yang menilai kondisi pemberantasan korupsi sedang saja sebanyak 23,2 persen. Masih ada 3,8 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu,” kata Abbas

Abbas juga menjelaskan bahwa dalam 2 tahun terakhir persepsi atas korupsi cenderung memburuk.

"Dari April 2019 ke September 2021, yang menilai korupsi di negara kita semakin banyak jumlahnya naik dari 47,6 persen menjadi 49,1 persen, sebaliknya yang menilai korupsi semakin sedikit menurun dari 24,5 persen menjadi 17,1 persen,” terang Abbas.

Survei opini publik ini digelar pada 15 - 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Sampel sebanyak 1220 responden dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait