Ekonomi

Kisah Petani Mabar Raih Omset Puluhan Juta Rupiah Jualan Durian

Jum'at, 12/11/2021 10:25 WIB

Kisah Petani Mabar Raih Omset Puluhan Juta Rupiah Julan Durian. Foto: Sutterstok

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Musim panen buah durian di sebagian wilayah yang ada di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa berkah tersendiri bagi petani dan pedagang durian lokal.

Salah satunya Hironimus Sausa. Ia menjual durian di kampung Ceko Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling. Hasil penjualan durian mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam sebulan.

"Hasil jualan durian ini cukup menguntungkan," kata Hironimus saat ditemui Tajukflores.com, Kamis (11/11).

Hironimus mengaku, dari sekitar enam pohon durian di kebun, masing-masing pohon bisa menghasilkan buah sekitar 200-500 buah. Adapun harga paling rendah untuk sebuah buah durian yaitu sekitar Rp30 ribu.

Dia mengatakan, durian-durian dari kebun milik keluarganya disukai pembeli lantaran memiliki beberapa varian rasa. Seperti rasa manis biasa, rasa mentega, rasa susu, rasa manis pahit dan kenyal.

Dia berkata, banyak pembeli yang datang ke lokasi untuk makan durian sambil menikmati pemandangan indah dari puncak atau sekedar memanjakan lidahnya sembari menikmati sunset.

Selain dipajang di halaman rumah, durian-durian juga dijual langsung ke Labuan Bajo dimana peminat buah durian sudah menunggu.

Ia menambahkan, menjadi petani atau penjual durian memang bukan menjadi mimpinya. Hironimus mengaku sempat merantau hampir puluhan tahun di Surabaya untuk mengejar mimpinya sebagai pemain bola profesional.

Lantaran sakit, Hironimus pun pulang ke kampungnya sekitar tiga tahun lalu. Sembari memulihkan kesehatannya, ia pun mulai berjulan durian.


"Momen ini menjadi titik balik saya dan saya beruntung bapak saya dulu menanam durian dan membuat kami semua saat ini menikmati hasilnya. Dulu saya sempat diajak untuk ikut menanam durian sebelum merantau tetapi saya lebih memilih bermain bola," tuturnya.

Melihat hasil penjualan durian yang menjanjikan, Hironimus pun mengajak teman-teman muda di kampungnya untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam durian. Tak lain juga bisa memajukan perekonomian masyarakat setempat.

Selain itu, dia berharap agar nama durian Ceko Nobo dan kampung-kampung sekitarnya serta buah-buahan lainnya yang menjadi andalan para petani seperti pisang, nenas, rambutan semakin dikenal luas agar para petani semakin sejahtera.

Alasannya, status Labuan Bajo sebagai destinasi super premium tentu ini menjadi peluang yang cukup besar ke depannya.

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait