Hukum

Kasus Pengadaan Trafo RSUD Maumere, Kejari Sikka Diminta Dalami Keterlibatan PT Catur Aera Teknologi

Senin, 22/11/2021 09:40 WIB

Ruko yang menjadi lokasi kantor PT Catur Aera Teknologi. Penelusuran TPDI, PT Catur Aera Teknologi sudah tidak ada lagi. Foto: dok. TPDI/Tajukflores.com

Jakarta, Tajukflores.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus meminta Kejaksaan Negeri Sikka mendalami keterlibatan Slamet Agus Susilo dan PT. Catur Aera Teknologi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan trafo pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc. HILLERS, Maumere.

"Pastikan informasi tentang siapa sebenarnya Slamet Agus Susilo dari PT. Catur Aera Teknologi, apakah benar berdomisili di Jalan Grand Galaxy City Blok RSO No. 39, Kota Bekasi, Jawa Barat," kata Petrus dalam keterangannya, Senin (22/11).

Diketahui, Kejaksaan Negeri Sikka telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pengadaan trafo RSUD Tc. Hillers Maumere, pada Senin (15/11).

Kedua tersangka berinisial AD dan PL. AD merupakan seorang pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Pemda Sikka. Sementara PL merupakan seorang.

Berdasarkan hasil audit kasus dugaan korupsi pengadaan trafo RSUD Tc. Hillers Maumere, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 890.300.264.

Menurut Petrus, pascapenetapan AD dan PL sebagai tersangka, TPDI mendapat kiriman salinan surat perintah mulai kerja (SPMK) Nomor 07/PPK/RSUD/SPMK/VIII /2020, tertanggal 20 Agustus 2020, yang dibuat oleh Andreas David ST, PPK Sikka.

Menurutnya, surat SPMK dimaksud merupakan perintah dari PPK David Andreas kepada Slamet Agus Susilo untuk segera memulai pekerjaan pencegahan darurat Covid-19. Dia menyebut, Slamet merupakan Direktur PT. Catur Aera Teknologi, terletak di Jalan Gren Galaxy City Blok RSO No. 30, Kota Bekasi, Jawa Barat. Adapun Akta Pendirian Notaris Nomor 03 Tahun 2020, tanggal 16 Juni 2020.

"SPMK selaku Penydia kepada PT. Catur Aera Tekonolgi, tertanggal 20 Agustus 2020 dimaksud dikeluarkan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa Nomor 05/PPK/RSUD/SPPBJ/VIII/ 2020, tertanggal 19 Agustus 2020 (hanya dalam jarak waktu 1 (satu) hari dengan SPMK tertanggal 20 Aguatus 2020," ujarnya.

Petrus menegaskan, yang perlu dicermati masyarakat untuk mendukung kinerja penyidik Kejaksaan Negeri Maumere dan agar Andreas David, ST tidak dikorbankan bertanggung jawab sendirian, maka perlu memastika informasi tentang siapa sebenarnya Slamet Agus Susilo dari PT. Catur Aera Teknologi.

Selain itu, apa dasar Bupati Sikka Robi Idong dan Andreas Davis selaku PPK mempercayakan penunjukan langsung pengadaan Trafo 1000 KVA dan perlengkapannya pada RSUD TC. Hillers kepada PT. Catur Aera Teknologi atau Slamet Agus Susilo, apa kualfikasi dan kompetensinya.

Petrus menyebut, penuturan Andreas David pejabat PPK kepada media bahwa pada bulan April 2020 Perusahan PT. Catur Aera Teknologi sudah membuat surat penawaran kepada Bupati Sikka dan PPK Andreas David. Sementara, berdasarkan dokumen yang diserahkan kepada PPK dikatakan bahwa PT. Catur Aera Teknologi didirikan dengan Akta No. 03 Tahun 2020, Tanggal 16 Juni 2020.

Artinya, kata Petrus, pada April 2020 PT. Catur Aera Tekonologi belum berbadan hukum alias belum lahir atau setidak-tidaknya sedang berproses menjadi PT dan dimaksudkan untuk mendapatkan PL Trafo 1000 KVH di RSD Tc. Hillers Sikka.

"Hasil penelusuran dan investigasi TPDI di Bekasi pada Minggu, 21 November 2021, di Jln. Grand Galaxy Blok RSO, No. 39, Kota Bekasi, Jawa Barat, diperoleh informasi bahwa PT. Catur Aera Teknologi tidak dikenal dan tidak terdaftar. Bahwa di ruko itu memang ada aktivitas Perusahaan lain akan tetapi itupun kebanyakan tutup kantor," bebernya.

Oleh karena itu, tegas Petrus, penyidik Kejaksaan Negeri Sikka harus mendalami siapa itu Slamet Agus Susilo dan PT. Catur Aera Teknologi.

"Siapa yang rekomendasikan, bagaimana keabsahan status PT. Catur Aera Teknologi mengingat tanggal kelahiran dan tanggal mendapatkan PL sangat dekat (bulan Juni ke Agustus 2020 hanya 2 bulan), sehingga kemampuan dan kehaliannya diragukan, apakah harga Travo 1000 KVH sebesar Rp1,8 miliar itu sudah sesuai harga pasaran," pungkasnya.

 

Oleh : Leonardus

Artikel Terkait