Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sumba yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan anggota TNI di Cafe Tuak Rembulan Jalan Gunung Sanghyang, Lingkungan Jambe, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2/2024). Foto: Tajukflores.com/Istimewa

Warga Sumba yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan anggota TNI di Cafe Tuak Rembulan Jalan Gunung Sanghyang, Lingkungan Jambe, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2/2024). Foto: Tajukflores.com/Istimewa

Denpasar – Beberapa insiden yang melibatkan oknum warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali dalam kurun waktu singkat belakangan ini, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Insiden terbaru melibatkan pengeroyokan terhadap seorang Babinsa TNI oleh 9 pemuda asal Sumba di sebuah tempat hiburan malam.

Menanggapi hal tersebut, seorang tetua Sumba yang telah merantau di Bali selama 20 tahun, memberikan imbauan kepada para perantau Sumba. Ia menekankan bahwa kedatangan mereka ke Pulau Dewata bertujuan untuk mencari penghidupan, bukan untuk menimbulkan masalah.

Ia menyerukan pentingnya menghormati aturan dan budaya lokal, serta menjaga sikap dan perilaku yang baik untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat Bali.

“Kami datang bukan membuat kalian takut, merasa bersalah. Justru kita datang mau bantu kalian supaya orang lokal, orang Bali tidak usir kalian dari sini,” ujar Jhon, seperti dikutip Tajukflores.com dari video TikTok @kbatmr, Rabu (28/2).

Jhon menggarisbawahi adanya beberapa insiden yang melibatkan warga Sumba di Bali dalam kurun waktu satu bulan, termasuk pengeroyokan Babinsa TNI dan perkelahian antar kelompok pemuda Sumba.

Ia berpendapat bahwa perilaku oknum ini dapat berdampak buruk bagi citra dan hubungan masyarakat Bali dan Sumba secara keseluruhan. Bahkan, kata dia, dampak dari kejadian yang terus berulang, saat ini banyak orang lokal menolak kos-kosannya untuk ditempati orang Sumba.

Baca Juga:  Andreas Pareira Minta Polisi Hukum Pelaku Penusukan Kepsek di Nagekeo

“Di luar sana sekarang, banyak orang (Sumba) kos ditolak, banyak penghuni kos dikasih keluar, banyak orang di tempat kerja dipecat hanya karena dia orang Sumba. Karena apa? Karena kelakuan kita orang Sumba.

Menurut tetua Sumba tersebut, kasus demi kasus yang terjadi akhir-akhir ini sungguh menyakitkan bagi orang Bali.

Mengapa? Kita datang ke daerah mereka, mencari makan di sini, dan diterima dengan baik, tetapi malah membuat keributan. Bagaimana mungkin polisi, orang lokal, dan tentara tidak marah? Perilaku kita memancing amarah mereka,” ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Edeline Wulan

Editor : Alex K

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Judi Online Bikin Orang Terjerat Pinjol, Menkominfo: Kita Siap Perang, Sikat Tanpa Kompromi!
2 Helikopter AL Malaysia Jatuh di Lumut, 10 Awak Tewas
Iuran Pariwisata di Tiket Pesawat Tuai Pro Kontra, Menparekraf Sandiaga Klaim Tak Ada Beban Baru untuk Masyarakat
DPR Tolak Rencana Penarikan Iuran Pariwisata Kepada Penumpang Pesawat
Tuntaskan Kesenjangan Riset Perguruan Tinggi, Kemendikbudristek Janji Benahi Universitas Swasta
Profil Pendeta Mell Atok yang Sebut Mualaf Dondy Tan sebagai Anak Setan
Heboh Kasus Plagiat Prof Kumba Digdowiseiso, Kemendikbudristek Bakal Evaluasi Jurnal Ilmiah yang Sudah Terbit
Ledek Israel, Menlu Iran Anggap Serangan Drone seperti Mainan Anak-Anak
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 20:19 WIB

Profil Galih Loss, Konten Kreator TikTok yang Ditangkap Atas Dugaan Penistaan Agama

Selasa, 23 April 2024 - 03:12 WIB

Kenaikan Kelas 2024 Bulan Apa? Yuk Intip Kalender Pendidikan 2023/2024 Semester 2 dari SD Hingga SMA di Sini!

Senin, 22 April 2024 - 08:24 WIB

Mengapa Harus Renovasi dengan Jasa Arsitektur? Yuk, Simak Informasinya!

Minggu, 21 April 2024 - 12:35 WIB

4 Alasan Kenapa Labuan Bajo Sangat Terkenal?

Minggu, 21 April 2024 - 12:15 WIB

Daftar Tanggal Merah di Bulan Mei 2024, Ada 2 Momen Cuti Bersama!

Minggu, 21 April 2024 - 11:35 WIB

Jadwal Buka Tutup Puncak Bogor Hari Ini 21 April, Cek Jam One Way dan Ganjil Genap Terbaru di Sini

Jumat, 19 April 2024 - 11:05 WIB

PT KAI Buka Lowongan, S1 dengan IPK Minimal 3,5 Dipersilakan!

Kamis, 18 April 2024 - 11:00 WIB

5 Sekolah Internasional Terbaik di Bekasi, Ciptakan Generasi Muda Berdaya Saing Global

Berita Terbaru