17 PPK Lembata Mundur, TPDI: Kerap Dijadikan ATM

Kamis 03-09-2020, 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemunduran 17 pejabat pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kelompok kerja di sejumlah proyek pemerintah di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur harus disikapi bijak Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur.

Sebab, pemunduran mereka tidak hanya berdampak terhadap kelanjutan pembangunan namun juga terkait kepercayaan publik kepada para penegakan hukum.

“Karena dikhawatirkan sikap mundur secara masal PPK akan bertambah terus dan berkembang ke Kabupaten lain di NTT,” kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus di Jakarta, Senin (9/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, 17 PPK ini menemui Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur guna menyampaikan pengunduran diri sebagai PPK dan kelompok kerja di sejumlah proyek pemerintah pada Jumat (6/3) lalu. Mereka bekerja di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Alasan pertama mereka mengajukan pengunduran diri ialah karena sudah merasa tidak nyaman dalam mengendalikan kontrak berdasarkan pengalaman sebagai PPK pada tahun-tahun sebelumnya dan saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Heboh! Finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Diduga Diperkosa Oknum Panitia
Suami Berjualan di Pasar Parung Bogor, Istri Malah Asyik Open BO di Kontrakan
TPDI Terima Pengaduan Ahli Waris Jan Djou Gadi Gaa dalam Sengketa Tanah di Ende
Mantan Caleg PBB Ditangkap karena Perkosa Anak Kandung hingga Melahirkan, Awalnya Minta Dipijat
Pria Asal Jakarta Tertangkap Basah Intip Perempuan Mandi di Denpasar
Selingkuh dengan LC, Kompol Hendy Prabowo dan Kekasih Gelapnya Dwi Aulia Rahmawati Dijatuhi Hukuman 4 Bulan Penjara
Hamili Wanita Selingkuhan, Polisi di Lombok Timur Jalani Diproses Hukum
Polda NTT Buru Penyebar Hoaks Kapolda Daniel Silitonga Hina Mahasiswa NTT SDM Rendah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 12:49 WIB

Heboh! Finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Diduga Diperkosa Oknum Panitia

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:55 WIB

TPDI Terima Pengaduan Ahli Waris Jan Djou Gadi Gaa dalam Sengketa Tanah di Ende

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:44 WIB

Mantan Caleg PBB Ditangkap karena Perkosa Anak Kandung hingga Melahirkan, Awalnya Minta Dipijat

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:17 WIB

Pria Asal Jakarta Tertangkap Basah Intip Perempuan Mandi di Denpasar

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:16 WIB

Selingkuh dengan LC, Kompol Hendy Prabowo dan Kekasih Gelapnya Dwi Aulia Rahmawati Dijatuhi Hukuman 4 Bulan Penjara

Senin, 15 Juli 2024 - 18:33 WIB

Hamili Wanita Selingkuhan, Polisi di Lombok Timur Jalani Diproses Hukum

Senin, 15 Juli 2024 - 14:23 WIB

Polda NTT Buru Penyebar Hoaks Kapolda Daniel Silitonga Hina Mahasiswa NTT SDM Rendah

Minggu, 14 Juli 2024 - 11:47 WIB

Oknum TNI AU Diduga Tembak Pemulung di Palu, Danlanud Sultan Hasanuddin Pastikan Diproses Hukum

Berita Terbaru