Miris, Dalam Sebulan NTT Dapat `Kiriman` 17 Jenazah TKI

Senin, 2 Desember 2019 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTT Terima 73 Jenazah Pekerja Migran Selama Januari-Agustus 2019

NTT Terima 73 Jenazah Pekerja Migran Selama Januari-Agustus 2019

Kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur terus terjadi. Dalam kurun waktu sebulan di 2019 ini, NTT sudah mendapat kiriman 17 jenazah TKI dari luar negeri.

Kepala BP3TKI Kupang Siwa mengatakan, 14 jenazah berhasil dipulangkan ke NTT. Satu jenazah sedang dalam proses pemulangan, sementara duanya masih terkendala identitas.

Menurut dia, dua Jenazah yang belum dipulangkan, kemungkinan besar akan dikebumikan di Malaysia, karena sampai saat ini belum diketahui secara pasti identitas mereka.

“Sejauh ini kita sudah berusaha cari siapa keluarga mereka, tapi belum ada titik terang, jadi kemungkinan mereka dikebumikan di Malaysia,” ujar Siwa.

Siwa menjelaskan, dua jenazah tersebut berdasarkan laporan yang mereka terima atas nama Vagentinus Falat dan Hendrikus.

“Vagentinus dari Flores tapi tidak jelas Flores mana, sedangkan Hendrikus dari Manggarai. Yah lihat seperti apa ke depan kita akan coba cari tau,” ungkapnya.

Baca Juga:  Menkominfo Sebut Peretasan Data KPU Tak Bermotif Politik, Tapi karena Hal Ini

Siwa mengatakan, terakhir NTT menerima jenazah TKI, Sabtu (10/2/2019) malam. Jenazah atas nama Dominggus Billi (38) asal Kabupaten Sumba Barat Daya.

Setelah sempat disemanyamkan di Rumah Sakit Johannes Kupang, korban diberangkatkan ke Sumba pada Senin (11/2/2019).

Siwa mengatakan, berdasarkan surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching, Dominggus meninggal secara tiba-tiba di perumahan pekerja Marrong Estate 2, Danum Sinar Sdn. Bhd. Balaga. Dominggus diketahui tenaga kerja ilegal yang bekerja pada perusahaan tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial
Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers
Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang
Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen
Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru