6 Warga Sumba Timur Meninggal karena Wabah DBD

Sabtu, 2 November 2019 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak enam orang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Chrisnawan Try Haryantara mengatakan, bahwa jumlah pasien yang meninggal itu sesuai data yang diterima pada Minggu (10/2).

“Saat ini yang meninggal khusus untuk di Sumba Timur mencapai enam orang,” kata Chrisnawan ketika ditanya soal kasus DBD di kabupaten itu, Kupang, Senin (11/2/2019).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyatakan, bahwa korban terakhir yang meninggal tersebut adalah seorang anak asal desa Melolo di Kecamatan Umalulu sekitar 62 kilometer Utara kota Waingapu, ibu kota Sumba Timur.

Sejak Januari hingga pertengahan Februari 2019, korban meninggal dunia akibat DBD di kabupaten itu memang terjadi peningkatan.

Baca Juga:  LBH Manggarai Raya dan Karutan Ruteng Jalin Kerja Sama Bantuan Hukum Gratis

“Korban terakhir yang meninggal itu juga karena lambat dibawa ke RS Waingapu dalam kondisi Dengue Shock Syndrome (DSS) karena terlambat dibawa ke rumah sakit. DSS ditandai dengan suhu tubuh di bawah normal, nadi dan tensi menurun, serta trombosit menurun drastis,” ujar Chrisnawan.

Tidak hanya jumlah korban meninggal yang bertambah, kata dia jumlah pasien yang dirawat di RS Imanuel Waingapu, juga mengalami peningkatan yang dratis.

Pada pekan sebelumnya jumlah pasien yang dirawat, berjumlah 261 kasus, dan kini jumlahnya bertambah menjadi 271 kasus.

Menurut Chrisnawan, semakin meningkatnya korban meninggal dan korban DBD yang dirawat akibat kurang maksimalnya kerja dari kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang tidak terlaksana dengan baik.

Baca Juga:  Seleksi Live YouTube, Menpan RB Jamin Tes CASN 2023 Transparan dan Tak Diintervensi

Sedangkan, Kepala RS Imanuel Waingapu, secara terpisah mengakui bahwa hingga saat ini jumlah pasien di RS itu terus bertambah untuk yang terserang DBD.

“Rata-rata sehari yang masuk dan dirawat di RS itu khusus DBD mencapai 7-8 orang,” katanya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat di kabupaten itu tetap menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, agar kasus DBD itu tidak menambah korban jiwa lagi.

Dengan bertambahnya jumlah korban yang meninggal akibat DBD di Sumba Timur, maka jumlah pasien yang meninggal akibat DBD di NTT mencapai 17 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru