7 Fakta Pembunuhan Istri di Reo Manggarai: Kengerian yang Terungkap

Minggu, 3 Desember 2023 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fakta pembunuhan istri di Manggarai. Ismail membunuh istrinya, Fitriani lalu membakarnya beserta rumah mereka. Foto kolase Ismail dan korban Fitriani (Tajukflores.com/Istimewa)

Fakta pembunuhan istri di Manggarai. Ismail membunuh istrinya, Fitriani lalu membakarnya beserta rumah mereka. Foto kolase Ismail dan korban Fitriani (Tajukflores.com/Istimewa)

Tajukflores.com – Kasus pembunuhan istri bernama Fitriani yang terjadi di kampung Niu, Kelurahan Wae Mata, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai menggegerkan masyarakat. Pelaku pembunuhan ialah suaminya sendiri, Ismail (31).

Fitriani ditemukan tewas pada Selasa, 28 November 2023. Jenazah korban pun ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan yakni hangus terbakar.

Berikut adalah fakta-fakta yang terungkap dari kasus pembunuhan ini:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Kepala Dipalu Berkali-kali

Menurut keterangan Polres Manggarai, Ismail menggunakan palu untuk menganiaya istrinya, Fitriani. Aksi pelaku tergolong sadis di mana kepala korban dipalunya berkali.

Kekerasan ini dilakukan berulang kali dan bukan merupakan kejadian pertama, karena sebelumnya Ismail telah sering menganiaya korban.

2. Dibakar Hidup-hidup

Setelah memukul kepala istrinya, Ismail menyiramkan minyak tanah ke arah Fitriani yang masih kesakitan. Kemudian, ia menyalakan pemantik gas yang menyebabkan api menjalar di sekitar korban dan anak mereka.

3. Jenazah Gosong

Pada Selasa, 28 November 2023, Fitriani ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan karena terbakar. Jenazah Fitriani ditemukan di antara puing-puing rumah mereka yang hangus terbakar.

Awalnya, polisi sulit mengidentifikasi jenazah karena kondisinya yang sudah hangus. Kemudian, setelah melakukan pemeriksaan forensik, penyidik mengungkapkan bahwa jenazah tersebut merupakan Fitriani.

Baca Juga:  Polda NTT Sasar Anak Bawah Umur dan GTO di Operasi Patuh Turangga 2019

4. Anak Ikut Dianiaya

Selain memukul istrinya, Ismail juga menganiaya anak mereka. Anak mereka, yang masih kecil, menjadi saksi dari kekejaman yang dilakukan terhadap ibunya.

Polisi menjelaskan bahwa Ismail menjadi marah saat melihat anaknya menyaksikan perbuatannya terhadap Fitriani. Ia pun menganiaya S dengan palu yang sebelumnya digunakan untuk menganiaya Fitriani.

Setelah itu, Ismail menyiramkan minyak tanah ke arah Fitriani yang masih merintih kesakitan dan menyalakan pemantik gas, menyebabkan api menjalar di sekitar korban dan anaknya.

Saat api mulai berkobar, Ismail membawa anaknya ke dalam kamar mandi untuk membekap mulutnya. Namun, karena api telah berkobar hebat, Ismail membawa anaknya ke luar rumah.

5. Ancam Mertua dan Coba Bunuh Diri

Usai membawa anaknya keluar rumah, Ismail berpapasan dengan mertuanya, Tadu Ahmad. Pelaku mengeluarkan parang untuk mengancam mertuanya itu.

Tak lama, ia melarikan diri ke dalam hutan.

Setelah kejadian mengerikan tersebut, berdasarkan keteangan polisi, terungkap fakta bahwa Ismail mencoba bunuh diri cara meminum racun dan menggorok lehernya sendiri.

6. Dijerat Pasal Berlapis

Ismail dijerat dengan Pasal 187 ayat (3) KUHP Jo Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca Juga:  Bupati TTS Dorong Agar Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Anak Diproses Secara Hukum

Pasal 187 KUHP ayat 3 menyebutkan “Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati.”

Sementara itu, Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tetang Penghapusan KDRT berbunyi, “Setiap orang, yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga mengakibatkan matinya korban dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau denda paling banyak Rp 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah).”

7. Motif Pembunuhan

Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa, mengungkap motif pembunuhan Ismail terhadap istrinya, yaitu karena kebiasaan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Meskipun belum ditetapkan sebagai tersangka, Ismail tetap menjadi fokus penyelidikan polisi.

Kasus ini sedang dalam penyelidikan yang mendalam oleh pihak berwenang. Polisi juga belum mengambil keterangan dari anak korban yang masih dalam kondisi syok akibat peristiwa tragis yang dialami. Penyidik juga masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi terkait kasus ini.

Demikianlah fakta-fakta kasus pembunuhan istri di Reo, Manggarai.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Rini Kurniati

Editor : Alex K

Berita Terkait

Ngeri! Kakek Renta di Manado Tega Cabuli Anak 15 Tahun di Rumahnya
Anggota DPRD NTT dari Partai Perindo Ditangkap BNN Terkait Narkoba
Bunuh Tunangan Asal Indonesia, Pria Bangladesh Dieksekusi Mati di Singapura
Kronologi Ibu Muda di Labuan Bajo Terkena Peluru Nyasar dari Pemilik Toko Central
Ibu Muda di Labuan Bajo Tertembak OTK Saat Berbelanja di Toko Central
Duh, Calon Pastor di Ngada NTT Cabuli Siswa SMP di Asrama Sekolah, Kini Diburu Polisi
Sindikat Pornografi Anak LGBT Dibongkar FBI di Bandara Soetta, Ini Respon Kemen PPPA
Polisi dan FBI Ungkap Jaringan Internasional Pornografi Anak LGBT di Bandara Soetta
Berita ini 295 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:29 WIB

Meninggal Dunia, Ini Kesan Andreas Pareira tentang Sosok Marselis Sarimin

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:32 WIB

Warga Sumba Kerap Bikin Ulah di Bali, Tetua: Fokus Cari Makan, Jangan Kayak Orang Hebat!

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:54 WIB

Komisi II DPR Sebut Pilkada Serentak 2024 Tetap Digelar pada November

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:54 WIB

Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Berita Terbaru