Alasan NTT Miskin, Sulitnya Kaum Perempuan Dapat Pinjaman Modal dari Bank

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu penyebab kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditengarai oleh sulitnya akses bagi perempuan untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lien Adriany.

Menurutnya, kaum perempuan di NTT selama ini kesulitan mendapatkan akses pinjaman modal di bank sehingga kesulitan dalam membangun ekonomi keluarga secara mandiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satu penyebab kemiskinan di NTT karena kaum perempuan tidak diberikan peran yang lebih dalam membangun ekonomi keluarga. Semuanya didominasi para suami sebagai kepala rumah tangga, untuk mendapatkan modal usaha dari perbankan saja sangat sulit karena agunan untuk pinjaman modal usaha atas nama suami,” ujar Lien Adriany dalam keterangannya, Jumat (18/3).

Baca Juga:  Pemkab Manggarai Timur Beri Pelatihan bagi Pelaku UMKM

Lien Adriany mengatakan hal itu dalam kegiatan lokakarya yang menandai dimulainya program Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods (Lans4Lives) bertajuk “lahan untuk kehidupan, bersama mewujudkan penghidupan berketahanan iklim di NTT ” pada Kamis (17/3).

Proyek tersebut adalah proyek kerja sama riset aksi berlangsung lima tahun mulai 2021-2026 di tiga provinsi yaitu, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur dengan sasaran untuk pemberdayaan masyarakat terutama perempuan dan anak dalam meningkatkan penghidupan ekonomi keluarga melalui pelestarian lingkungan.

Menurut dia berdasarkan berbagai penelitian, akses bagi kaum perempuan di NTT untuk mendapatkan permodalan bank sangat susah. Hal ini disebakan karena semua dokumen yang erat kaitannya untuk jaminan pinjaman bank atas nama laki-laki.

“Sertifikat tanah saja yang bisa dijadikan sebagai agunan di bank atas nama suami. Kondisi seperti ini terjadi di NTT sehingga kaum perempuan tidak bisa bergerak leluasa dalam mencari modal untuk membangun usahanya secara mandiri,” kata Lien Adriany.

Baca Juga:  Tiongkok Gelar Forum Investasi Bersama NTT, NTB dan Bali

Lien mengatakan, seharusnya sudah banyak kaum perempuan di NTT bisa sukses dalam mengembangkan usaha. Namun, karena tidak bisa mendapatkan akses permodalan sehingga pembangunan ekonomi menjadi tidak berkembang.

Lien Adriany berharap dalam program yang dilakukan ICRAF di Kabupaten Timor Tengah Selatan melibatkan banyak kaum perempuan dan anak sebagai fokus utama sehingga memiliki dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi kaum perempuan.

“Kita berharap kelompok-kelompok marjinal yang menjadi tulang punggung keluarga agar diberdayakan secara ekonomi melalui program ICRAF, sehingga ekonomi keluarga mereka menjadi lebih mapan,” tegasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Sosok Sukanto Tanoto, Orang Kaya RI dan Pemilik 48 Ribu Hektare Tanah di IKN
Kisah di Balik Harga Seribu Kompiang Manggarai, Antara Bisnis dan Menjaga Tradisi Keluarga
Kisah Oprah Winfrey: Dari Pembantu hingga Pengusaha Sukses, Punya Pendapatan Sebesar Rp37 Triliun
Gerakan Ekonomi Negeri GEN YZ Membawa Misi Tumbuhkan Ekonomi Palembang
Daftar Pengusaha Agen Tour and Travel Terkemuka di Indonesia
2.719 Mahasiswa Bersaing di Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda 2023
Mengejar Mimpi dari Besikama: Dari Joki Plastik hingga Jadi Pengusaha Sukses di Jakarta
Program Entrepreneur Hub Jakarta Berhasil Bukukan Potensi Investasi Rp57 Miliar
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru