Aneh! Berdalih Pariwisata Terpadu, Disparbud Manggarai Sengaja Tulis Alamat Salah pada Lokasi Situs Liang Bua

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) rupanya dengan sengaja mencantumkan alamat yang salah untuk menunjukkan lokasi dari objek wisata Liang Bua yang ada di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, NTT Fridus Buntanus pada Sabtu (19/2) menjelaskan, pihaknya mencantumkan alamat salah untuk lokasi objek wisata tersebut dengan alasan bahwa hal itu merupakan bagian dari konsep pengembangan pariwisata terpadu.

“Konsep pengembangan pariwisata, letak aslinya benar seperti itu (Dusun Golo Manuk, Desa Liang Bua, Kec. Rahong Utara). Tetapi yang kita bicarakan adalah konsep pengembangan pariwisata terpadu. Itu intinya. Jadi tidak berarti mau hilangkan Liang Bua dari lokasi aslinya,” demikian Buntanus mengatakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alamat Salah untuk Lokasi Objek Wisata Liang Bua

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesalahan dalam hal pemberian alamat untuk lokasi Liang Bua ini pertama kali diketahui dari postingan pihak Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang diunggah pada akun Instagram @bpolbf, Senin (14/2) lalu.

Dalam unggahan @bpolbf yang diberi judul #BeritaSepekan 07-13 Februari 2022 tersebut, mereka menyebut bahwa Situs Gua Liang Bua berada di Dusun Rampasasa dan merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Ruteng.

Padahal, pada kenyataannya, situs bersejarah tersebut berada di Dusun Golo Manuk, yang merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Rahong Utara.

“Dalam kunjungan kerjanya ke Ruteng, Dirut BPOLBF mengunjungi Situs Gua Liang Bua yang terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai,” demikian akun @bpolbf memosting.

Baca Juga:  Soal Dugaan Suap Proyek APBD, Kapolres: Anus Sebut Keterlibatan Meldyanti Hagur Saat Pemeriksaan oleh Penyidik

Ketika media ini meminta klarifikasi soal kesalahan alamat tersebut, pihak BPOLBF berdalih bahwa hal itu mereka rujuk pada data website resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, NTT.

“Terkait polemik ini, dalam postingan yang dikeluarkan BPOLBF itu mengacu pada data dari Dinas Pariwisata Manggarai,” demikian pihak BPOLBF
menjelaskan.

Setelah media ini memeriksa pada website Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai tersebut, memang benar bahwa untuk lokasi objek wisata Liang Bua, mereka cantumkan alamat yang salah.

“Gua Liang Bua yang ada di Dusun Rampasasa, Desa Liang Bua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur…,” tulis pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, NTT pada website-nya.

Jangan Kebiri Kebenaran

Adapun soal dalih yang dipakai oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Fridus Buntanus, hal tersebut menimbulkan tanda tanya dan perdebatan dari sejumlah pihak.

Banyak orang menilai bahwa pemberiaan alamat yang salah akan sebuah objek wisata, apalagi terhadap situs Liang Bua yang sudah sangat populer itu bisa saja akan menyesatkan publik yang hendak melakukan kunjungan ke destinasi wisata tersebut.

Salah satu pihak yang mempertanyakan dalih Fridus Buntanus itu adalah anggota DPRD Kabupaten Manggarai asal Rahong Utara Ebert Ganggut.

Ia mengatakan, terlepas dari kepentingan politik kebijakan apapun, informasi terhadap suatu objek wisata mesti disampaikan secara benar dan akurat, termasuk soal alamat atau lokasinya.

Baca Juga:  Marianus Gunakan Uang Bonus Piala AFF U-22 untuk Sumbang Gereja

“Politik kebijakan tidak harus mengkebiri kebenaran keberadaan obyek wisata yang mau dijual. Baik jarak tempuh, topografi dan kehidupan sosial masyarakat adat setempat yang memiliki histori secara langsung terkait sejarah keberadaan Liang Bua,” demikian Ebert Ganggut menegaskan.

Terkait dengan dalih pariwisata terpadu sebagaimana dimaksudkan oleh Fridus Buntanus, hal itu sebenarnya tidak bisa diterjemahkan bahwa alamat dari suatu objek wisata bisa dimanipulasi atau dipalsukan.

Pariwisata terpadu sesungguhnya memiliki arti bahwa dalam konsepnya, berbagai aspek seperti pembangunan dan pengelolaan daya tarik wisata, fasilitas pariwisata dan fasilitas ekonomi lainnya mesti dipadukan dalam satu kawasan sebagai sebuah destinasi pariwisata.

Karena itu, akan lebih bijak jika pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai dengan segera mengubah alamat yang menunjukkan lokasi objek wisata Liang Bua tersebut sesuai dengan kebenarannya.

Sementara untuk BPOLBF sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab terhadap kepariwisataan seperti yang ada di Manggarai, sebaiknya berbagai objek wisata yang ada didata kembali dan lakukan check and recheck terhadap keberadaan dari masing-masing objek wisata tersebut, termasuk soal kebenaran dari alamat atau lokasinya.

Dengan demikian, setiap orang yang hendak mencaritahu atau melakukan perjalanan wisata ke berbagai objek wisata tersebut, mereka akan memiliki informasi yang benar, akurat, tepat, dan tidak menyesatkan.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Dahsyatnya Badai Tornado Hantam Rancaekek Bandung, Begini Analisis BRIN
Semarak HUT Manggarai Barat ke-21, Pemda Gelar Pasar Murah 15 Ton Beras
Menpan RB: Pemindahan ASN ke IKN Dilakukan Bertahap, Perhatikan Kompetensi dan Hunian
Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:06 WIB

Dahsyatnya Badai Tornado Hantam Rancaekek Bandung, Begini Analisis BRIN

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:23 WIB

Menpan RB: Pemindahan ASN ke IKN Dilakukan Bertahap, Perhatikan Kompetensi dan Hunian

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:49 WIB

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:34 WIB

Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:25 WIB

Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:16 WIB

Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:58 WIB

Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas

Berita Terbaru