Asita NTT: Polemik Penutupan Pulau Komodo Berdampak Buruk bagi Pariwisata

Minggu, 8 Desember 2019 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penutupan Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT masih menuai polemik di berbagai kalangan.

Menanggapi itu, Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abed Frans menilai polemik penutupan Pulau Komodo saat ini berdampak buruk bagi pariwisata di NTT.

“Polemik seputar penutupan Pulau Komodo ini berdampak buruk bagi pariwisata kita termasuk imbasnya ke penjualan paket wisata,” katanya di Kupang, Senin (12/8/2019).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menginginkan agar Pulau Komodo ditutup sementara pada 2020 untuk tujuan konservasi.

Baca Juga:  BPS: NTT Alami Deflasi 0.15 Persen di Bulan Februari 2019

Di sisi lain, pengelolaan Taman Nasional Komodo merupakan wewenang Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu, wacana relokasi warga di Pulau Komodo terkait penutupan sementara Pulau Komodo juga masih menimbulkan pro dan kontra berbagai kalangan.

Abed mengakui saling tarik menarik kepentingan antarpihak masih terjadi seputar rencana penutupan Pulau Komodo ini sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam usaha wisata.

“Banyak teman-teman pelaku usaha wisata juga tanya ke kami mengenai hal ini tapi saya sendiri juga bingung,” katanya.

Pemilik operator tur PT Flobamor Tours itu mengatakan imbas dari polemik ini menimbulkan ketidakpastian dalam penjualan paket-paket wisata yang memiliki destinasi Pulau Komodo di dalamnya.

Baca Juga:  Kemenparekraf Undang Investor Tanam Modal di 5 DSP dan 8 KEK Pariwisata

Di sisi lain, lanjutnya, para pelaku wisata harus menjual paket wisata termasuk ke mancanegara paling lama satu tahun sebelumnya.

Karena itu, kata Abed, para operator tur hanya bisa mengantisipasi penjualan paket wisata untuk 2020 dengan membuat paket tanpa Pulau Komodo saat promosi ke luar.

“Karena itu kami berharap polemik ini disudahi, harus ada kepastian karena patner pelaku wisata di luar juga mengharapkan hal yang sama,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Sosok Sukanto Tanoto, Orang Kaya RI dan Pemilik 48 Ribu Hektare Tanah di IKN
Kisah di Balik Harga Seribu Kompiang Manggarai, Antara Bisnis dan Menjaga Tradisi Keluarga
Kisah Oprah Winfrey: Dari Pembantu hingga Pengusaha Sukses, Punya Pendapatan Sebesar Rp37 Triliun
Gerakan Ekonomi Negeri GEN YZ Membawa Misi Tumbuhkan Ekonomi Palembang
Daftar Pengusaha Agen Tour and Travel Terkemuka di Indonesia
2.719 Mahasiswa Bersaing di Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda 2023
Mengejar Mimpi dari Besikama: Dari Joki Plastik hingga Jadi Pengusaha Sukses di Jakarta
Program Entrepreneur Hub Jakarta Berhasil Bukukan Potensi Investasi Rp57 Miliar
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru