Banjir Pantura Demak dan Jejak Sejarah Selat Muria

Jumat, 22 Maret 2024 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto laut (Shutterstock)

Ilustrasi foto laut (Shutterstock)

Tajukflores.com – Apakah Selat Muria kembali? Pertanyaan ini dikaitkan dengan wilayah pantai utara (pantura) Jawa Tengah, terutama Kabupaten Demak, Kudus, dan Grobogan, yang seringkali dilanda banjir yang parah.

Tak jarang, banjir menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, kerugian ekonomi, dan bahkan korban jiwa.

Benarkah Selat Muria kembali dan bagaimana sejarahnya di masa lalu?

Sejarah Selat Muria

Selat Muria dulunya merupakan selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria. Selat ini menjadi jalur perdagangan maritim yang ramai dengan kota-kota pelabuhan seperti Demak, Jepara, Pati, dan Juwana.

Menurut catatan sejarah, sekitar abad ke-15, Kesultanan Demak menjadikan wilayah pesisir utara Jawa sebagai pusat perdagangannya.

Baca Juga:  Laporan Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Manajer Hotel di Lombok Utara Dihentikan, Malah Jadi Tersangka UU ITE

Rembang, Jepara, dan Pati merupakan kota-kota penting di pesisir utara Jawa yang terhubung melalui Selat Muria.

Namun, seiring waktu, Selat Muria mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang dibawa oleh sungai-sungai di sekitarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : DM

Editor : DM

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Mirip Film ‘Ipar Adalah Maut’, Wanita Ini Curhat Hampir Jadi Rani dalam Kehidupan Rumah Tangga Kakak Kandung
Kisah Korban Salah Tangkap Polisi, Robert DuBoise Dibebaskan Usai 37 Tahun Mendekam di Penjara
Tradisi Unik Perayaan Waisak di Indonesia: Dari Festival Lampion Hingga Upacara Bathing the Buddha
Jejak Hobbit yang Hilang: Mencari Ebu Gogo di Flores, Apakah Mereka Benar-benar Ada?
Sejarah 16 Mei: Mengenang Peristiwa Eksekusi Mati 6 Tentara PETA oleh Jepang
Ada 5 Kota Mati di Indonesia yang Dulunya Sangat Ramai, Penyebabnya Bervariasi
Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus: Sejarah dan Tradisi Unik di Berbagai Negara
Menelusuri Sejarah dan Makna Doa Rosario: Bunga Mawar Cinta dan Iman kepada Yesus Melalui Bunda Maria
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:53 WIB

Anggaran Revolusi Mental Dipakai PNS untuk Beli Motor Trail, Begini Respons Kemenko PMK

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:36 WIB

Indonesia dan Kamboja Jajaki Kerja Sama Berantas Judi Online

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:05 WIB

Kominfo Geram, Ancam Blokir X Gegara Pornografi, Pengguna Diminta Siap-siap Migrasi!

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:15 WIB

Menko PMK: Tidak Semua Korban Judi Online Dapat Bansos, Ada Syaratnya!

Sabtu, 15 Juni 2024 - 12:22 WIB

Berantas Judi Online, BPIP Minta Pemerintah Putuskan Mata Rantai Pengusaha dan Oknum Penguasa

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:09 WIB

Indonesia Komitmen pada Pariwisata Berkelanjutan, Kata Sandiaga Uno

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:46 WIB

Kodim 1625/Ngada Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam Erupsi Gunung Inerie

Jumat, 14 Juni 2024 - 16:05 WIB

Momen Warga Nonton Bola Santai di Tengah Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Berita Terbaru