BP2MI: Permintaan TKW dari Arab Saudi Masih Ditutup, Hati-hati dengan Penipuan Agen Ilegal!

Selasa, 17 Oktober 2023 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan job atau bidang pekerjaan sebagai pekerja asisten rumah tangga tujuan Arab Saudi hingga saat ini masih ditutup atau belum menerima kiriman TKW.

“Pemerintah sudah melakukan moratorium atau tidak memperbolehkan warga Indonesia untuk bekerja di negara kawasan Timur Tengah, salah satunya adalah Arab Saudi,” kata Kepala UPT BP2MI Mataram, Abri Danar di Praya, Sabtu (24/6).

Pemerintah membuat berbagai persyaratan bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri tidak lain tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada PMI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ingin mengadu nasib di luar negeri, supaya tidak percaya kepada “tekong” atau agen ilegal perorangan yang memberikan berbagai janji dan memudahkan seolah tidak punya persyaratan.

“Banyak oknum `tekong` yang memberikan janji, yang penting warga mau berangkat tanpa mempertimbangkan risiko,” katanya.

Baca Juga:  Perkuat Kolaborasi G20, Menkominfo Usulkan Kelompok Kerja Ekonomi Digital

Ia mengatakan, memang banyak hal yang membuat masyarakat ingin berangkat non prosedural, selain desakan ekonomi dan beberapa hal lainnya, tapi ke depan harus tetap melakukan pembenahan dalam sisi berbagai upaya nyata, supaya warga berangkat menjadi pekerja secara resmi.

“Kami imbau warga berangkat melalui jalur resmi,” katanya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Transmigrasi Kabupaten Lombok Tengah, Syamsul Rijal mengatakan, bahwa pengiriman PMI keluar Negeri saat ini telah dibuka, namun tidak kesemua negara.

Beberapa negara yang dibuka saat ini seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong dan Polandia. Sedangkan untuk PMI tujuan Arab Saudi hingga saat ini masih ditutup untuk pekerja rumah tangga, sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan janji para oknum yang mencari PMI tujuan Arab Saudi.

Baca Juga:  Israel Terus Menangkap Warga Palestina selama Masa Jeda Pembebasan Tahanan

“Job yang dibuka untuk tujuan Arab Saudi itu yang formil, seperti perawat, perhotelan. Untuk job rumah tangga masih ditutup,” katanya.

Sebelumnya, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil menggagalkan pengiriman puluhan calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ingin bekerja ke Negara Arab Saudi.

Puluhan TKW yang gagal berangkat tersebut berasal dari Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 11 orang, Lombok Timur 8 orang, Lombok Barat satu orang dan Kabupaten Lombok Utara 4 orang.

Para TKW ini dipulangkan dan dijemput oleh keluarga masing- masing, namun sebelum pulang harus menandatangani surat perjanjian untuk tidak kembali berangkat secara ilegal.

“Ada 24 PMI yang dipulangkan hari itu dan semuanya perempuan. Mereka (Red”TKW) diamankan di salah satu penampungan atau rumah kontrakan di wilayah Jakarta,” kata Abri Danar.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers
Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi
Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:26 WIB

Disinggung Koordinasi dengan PDIP, Jokowi Ngaku Tidak Ragu Lantik AHY sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:07 WIB

AHY Dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN, Ini Kata PDIP

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:55 WIB

SBY Restui AHY Bergabung ke Kabinet Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:40 WIB

AHY ‘Naik Kelas’, Resmi Jadi Menteri ATR/BPN di Sisa Masa Jabatan Jokowi

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:43 WIB

AHY Ketemu Prabowo sebelum Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:37 WIB

Ganjar Desak Hak Angket DPR Usut Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Ace Golkar: Buktikan Dulu

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:41 WIB

Jokowi Beri Lampu Hijau Soal Isu Pelantikan Hadi Tjahjanto dan AHY: Tunggu Besok!

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:01 WIB

AHY Dikabarkan Jadi Menteri ATR/BPN: Demokrat Siap Jadi Abdi Negara, Tapi Tunggu Tawaran Resmi

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB