Bupati Deno Minta Manajemen RSUD Ben Mboi Tak Nomorduakan Pasien BPJS

Senin, 7 Januari 2019 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Manggarai Deno Kamelus meminta manajemen RSUD dr. Ben Mboi untuk tak membeda-bedakan pelayanan terhadap pasien.

Hal itu diungkap Bupati Deno saat melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Ben Mboi pada Senin (1/7/2019).

“Tidak boleh beda. Karena ini pasien BPJS dan Jamkesmas maka boleh ditunda sedangkan pasien umum diprioritaskan. Itu tidak boleh. Kekuasaan (kewenangan) yang kita miliki harus digunakan dengan baik dan tidak sewenang-wenang,â€? ujar Bupati Deno.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inspeksi mendadak dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Manggarai tersebut.

Dalam arahannya, Deno Kamelus menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh staf dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kita harus bekerja sesuai aturan, mematuhi SOP (standard operating procedure) atau prosedur pelayanan yang sesuai standar, menjaga kode etik, menyadari posisi kita sebagai ASN yang digaji negara, dan terutama menyadari bahwa yang kita layani adalah sesama manusia. Dengan demikian, seluruh pelayanan kita akan berkualitas dan memuaskan,â€? katanya.

Menurutnya, hal penting yang harus diperhatikan adalah kemampuan menjelaskan kepada pasien dan keluarga dalam bahasa yang mudah dipahami sehingga tidak terjadi kekeliruan pengambilan keputusan yang berakibat merugikan semua pihak atau menyinggung orang lain.

Baca Juga:  17 Kali Letusan dalam 6 Jam, Asap Gunung Api di NTT Ini Membubung Tinggi

Deno menjelaskan tentang kekuasaan yang dimiliki oleh setiap pihak yang pontensial disalahgunakan.

“Kita semua punya kekuasaan. Mulai dari cleaning service sampai dokter spesialis. Tetapi bukan berarti bahwa kita boleh sewenang-wenang dan memperlakukan orang lain sesuka hati, misalnya membentak atau hal-hal negatif lainnya. Harus saling menghargai, komunikasikan setiap hal dengan baik dan tuntas,â€? Jelas Deno.

Orang nomor satu di Manggarai itu menambahkan, BLUD RSUD dr. Ben Mboi adalah salah satu wajah terdepan Pemerintah Kabupaten Manggarai, sama seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, karena langsung melayani masyarakat.

“Setiap orang diharapkan memperhatikan kode etik,” tegasnya.

Dihadapan petugas RSUD Ben Mboi, Deno juga menegaskan tentang
Stanford Prison Experiment yang dilakukan oleh Dr. Philip Zimbardo dari Universitas Stanford beserta dua koleganya, Craig Hanney dan Curtis Banks, pada tahun 1971.

Baca Juga:  Waspada, BMKG Sebut 2 Kabupaten di NTT Berstatus Siaga Hujan Lebat

“Jangan karena punya kekuasaan kita boleh sesuka hati,” ujar deno dihadapan peserta Apel Mingguan.

“Dalam eksperimen yang dilakukan Zimbardo, ketika mendapat kekuasaan sebagai sipir penjara, para mahasiswa yang menjadi subjek penelitian berlaku sewenang-wenang kepada subjek lain yang menjadi tahanan. Itu artinya, kekuasaan sangat potensial untuk disalahgunakan. Saya tidak mau, di sini terjadi seperti itu. Setiap kekuasaan harus digunakan untuk melayani orang lain dengan baik,â€? paparnya.

Dalam pertemuan khusus dengan pihak manajemen, Bupati Deno Kamelus meminta agar setiap keluhan ditangani dengan baik sehingga kualitas pelayanan kesehatan di daerah ini menjadi semakin baik.

“Sebagai Rumah Sakit rujukan, kita harus terus berbenah. Lakukan pertemuan rutin agar setiap persoalan dapat dibicarakan dan diselesaikan dengan baik, mulai dari cleaning service sampai para dokter spesialis,â€? kata Bupati Manggarai itu.

Saat berkunjung ke rumah sakit itu, Deno juga berdialog dengan pasien dan keluarga pasien yang sedang dirawat serta memantau pekerjaan-pekerjaan pembangunan fisik di BLUD RSUD dr. Ben Mboi, Ruteng.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial
Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers
Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang
Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen
Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru