Cek Fakta: Video Pengakuan Bharada E Soal Alasan Pembunuhan Brigadir J Viral di Tiktok

Senin, 8 Agustus 2022 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah video yang berisi penjelasan terkait alasan terjadinya pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J viral di media sosial Tiktok.

Video itu diunggah oleh sebuah akun yang memakai nama salah satu tersangka penembakan Brigadir J, yaitu Bharada E.

Dalam video itu, orang yang mengatasnamakan Bharada E mengungkapkan sejumlah motif yang membuat Brigadir J dibunuh. Berikut ialah penjelasan yang ada di dalam video tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkenalkan, saya Bharada E. Saya masuk dalam tindak pidana kematian atas teman saya Brigadir J. Saya ingin memberikan kesaksian di tiktok. Karena saya takut LPSK tidak dapat menjaga nyawa saya selagi saya memberikan kesaksian.

Saya juga termasuk dalam kejadian di rumah irjen ferdy sambo. Sebelumnya saya akan jelaskan awal mula kejadian. Namun jika saya sudah tidak ada lagi, maka nama yg ada dalam video ini.

Pak irjen sambo memiliki istri simpanan, dan itu adalah kak Rita yang kita kenal sebagai polwan cantik. Kita tidak tau kalau Brigadir J disuruh oleh ibu Putri untuk mengungkapkan apa yang terjadi dengan pak sambo, kenapa sifatnya berubah.

Ketika mengetahui itu, ibu putri marah besar dan terjadi keributan. Ibu putri juga menerima tindakan kekerasa dari pak sambo namun Brigadir J melindunginya. Saat itu juga pak Sambo tau kalau Brigadir J yang membeberkan rahasia tersebut.

Sampai akhirnya kita disuruh untuk membawa Brigadir J dan mengintrogasinya. Karena sebenarnya juga Pak Sambo memiliki situs judi 303. Dan dia takut kalau Brigadir J membeberkan itu juga. Saya hanya membantu mengikatnya di atas kursi.

Setelah beberapa siksaan, akhirnya pak Sambo menembak Brigadir J. Dan akibatnya, Pak sambo panik sehingga menuyuruh beberapa anggota petugas forensik untuk membersihkan area tsb. Petugas forensi dtg dengan menyamar sebagai petugas PCR.

Namun saya tetap takut krn Pak Sambo memiliki pengaruh besar dalam Polri. Bahkan dia bekerjasama dengan Pak Sigit. Mohon doanya dan sebarkan pesan ini, agar tidak hilang dari tiktok. Karena mereka kapan saja dapat me-takedown postingan ini.

Kata Pengacara Bharada E

Baca Juga:  NTT Berlakukan KBM Tatap Muka Secara Bertahap Mulai Mei

Video yang menampilkan penjelasan tersebut sudah dihapus dari media sosial Tiktok. Akan tetapi, tangkapan layarnya sudah tersebar di berbagai platform media.

Kuasa hukum dari Bhadara E, Muhammad Boerhanuddin menjelaskan bahwa video tersebut tidak benar diunggah oleh kliennya itu. “Tidak benar,” kata Boerhanuddin kepada wartawan pada Senin (8/8).

Baca Juga:  Kontoversi RKUHP: Negara Atur Urusan Ranjang Warga, Sekamar Bisa Dipidana!

Bharada E sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Selain Bharada E, tersangka lain dalam kasus itu ialah Brigadir RR. Jumlah tersangka dalam kasus ini juga berkemungkinan akan bertambah. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga sudah mengungkapkan bahwa sudah ada tersangka ketiga dalam kasus ini.

“Tersangkanya sudah tiga. Tiga itu bisa berkembang dan pasalnya itu 338, 340 yang baru ya, pembunuhan berencana,” kata Mahfud MD di Istana Kepresiden Jakarta, Senin (8/8).

Meski demikian, Mahfud MD tidak menyebutkan terkait siapa tersangka ketiga yang dimaksudkan itu.

Sementara itu, Kepala Bareskrim Agus Adrianto mengatakan bahwa pihaknya akan mengungkapkan ke publik terkait siapa tersangka ketiga tersebut pada Selasa (9/8) esok. “Tunggu ekspose besok ya,” kata dia.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada
Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa
HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye
Dulu Berjaya Kini Layu Menguning Terkena Penyakit, Jerit Petani Pisang di Manggarai Barat
Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT
Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi
Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:06 WIB

22 Titik Bencana Landa Manggarai Barat di Februari 2024, Warga Diminta Waspada

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:38 WIB

Wolobobo Ngada Festival Masuk KEN 2024, Fokus Promosi Kopi Arabika Bajawa

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:37 WIB

HUT ke-21 Manggarai Barat: Impian ‘Mabar Mantap’ hanya Jadi Pemanis Kampanye

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:39 WIB

Layanan Transportasi Online Maxim Hadir di Lobalain, Rote Ndao NTT

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:30 WIB

Usai Pemilu 2024, Presiden Jokowi Bukan Kemungkinan Stop Penyaluran Bansos Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Berita Terbaru