Dilecehkan Kepala Sekolah SD, Siswa SMA di Ende Trauma

Rabu, 10 Juli 2019 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswi SMA Negeri 1 Ende berinisial K (16) yang menjadi korban pelecehan seksual oleh mantan gurunya inisial KY (52) mengalami trauma. Hal itu diakui paman korban, Edo Lemba saat dikonfirmasi Tajukflores.com, Senin (7/10).

“Korban sekarang mengalami trauma, hanya diam tatapan kosong, ditanya apa-apa tidak menjawab,” ujarnya.

Saat ini, pihak keluarga telah menghubungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) namun belum ada respon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah hubungi KPAI, tapi sampai sekarang belum ada respon,” ujar Edo Lemba.

Edo Lemba mengatakan pada Minggu (6/7) polisi menjajinkan akan mendatangkan Polwan dan dinas sosial untuk mendampingi K. Tetapi sampai saat ini belum terealisasi.

“Kami merasa polisi mengulur-ulur waktu,” katanya.

Rencananya, besok pihak keluarga akan ke Polsek Wolowaru untuk menanyakan kasus. Pihak keluarga mengaku belum ada tindak lanjut dari KPAI terkait kasus yang menimpa K.

Baca Juga:  Selingkuh dengan Istri Orang, Sekdes di Tuban Tewas Dibacok

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polsek Wolowaru. Pelaku sudah ditangkap,” kata dia.

K diduga dilecehkan oleh KY di sebuah hotel di Kota Ende pada Jumat (4/10). Kejadian miris itu dialami K setelah diajak KY untuk menyelesaikan sebuah urusan.

Setelah mengurusi keperluannya, sore harinya korban diajak pelaku ke sebuah pantai di Kota Ende. Namun demikian, meski K meminta KY mengantarkannya pulang, KY malah membawanya ke hotel. 

Edo Lemba mengatakan pelaku memberikan sejumlah uang untuk korban agar korban tidak pulang. Namun K bersikukuh untuk pulang.

Karena korban terus memaksa pelaku pun emosi. Ia memarahi dan mengancam korban. Korban takut dan mengikuti kemauan pelaku.

Di salah satu kamar hotel inilah pelaku melecehkan korban. “Tidak sampai hubungan intim karena korban sedang haid,” cerita Edo.

Baca Juga:  WNA Bangladesh Masuk Indonesia Ilegal tapi Punya KTP di NTT, Kok Bisa?

Keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 Wita, korban bingung. Ia takut dimarahi orangnya begitu setiba rumah.

Korban yang merasa malu pun memutuskan untuk bunuh diri. Segera ia berlari ke pantai untuk menenggelamkan diri. Beruntung, aksi korban dilihat warga yang tak jauh dari lokasi. Mereka kemudian menyelamatkan korban.

Tak berapa lama pelaku KY tiba di lokasi kejadian dan mengaku kepada warga jika ia merupakan paman korban. Kepada warga, KY mengaku hendak membawa korban pulang ke rumahnya.

“Korban malu dan takut pulang. Si pelaku mengambil keputusan untuk membawa korban ke kampung Ratebata, rumah orang tua kandung korban,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Guru Besar UGM Beri Petunjuk ke AHY Kalau Punya Nyali Berantas Mafia Tanah
Fakta-Fakta Kasus Perundungan ‘Geng Tai’ di Binus School, Praktik Terlarang 9 Generasi
Jejak Kelam Geng Tai di Binus School, Anak Vincent Rompies Diduga Terlibat Kasus Perundungan
Kejam! ART Asal NTT di Jakarta Disekap Majikan, Ini Kondisinya Sekarang
Mayat Perempuan Tanpa Busana Hebohkan Warga Cirebon, Ditemukan di Tempat Pemakaman Umum
Wanita Asal NTT Diduga Disekap Majikan di Jakarta, Polisi Turun Tangan
Istri Polisi di Jeneponto Digerebek Selingkuh dengan ASN, Panjat Plafon Toilet saat Dikepung Warga
Takut Video Mesum Disebar, Wanita Bersuami Ngaku Diperas Selingkuhan Rp11 Juta
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:52 WIB

Musik Kencang Ganggu Warga, Warkop Dekat Polres Mabar di Labuan Bajo Ditegur Polisi

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:16 WIB

Kemenparekraf Gelar Rakornas Pemasaran Pariwisata di Pontianak, Dorong Sinergi dan Inovasi Menuju Target 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 07:56 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Kerja Sama Publisher dan Platform Media Sosial

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:56 WIB

Perpres Publisher Rights hanya Berlaku untuk Perusahaan Media yang Tercatat di Dewan Pers

Jumat, 23 Februari 2024 - 06:35 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung dan Sumedang

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:25 WIB

Potret Siswa SMA Papua ‘Trada Kata Terlambat’ untuk Sekolah Tuai Pujian Netizen

Kamis, 22 Februari 2024 - 21:26 WIB

Hantam Rancaekek Bandung, Kenali Beda Kekuatan Tornado dan Angin Puting Beliung

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:04 WIB

NTT Mulai Terapkan Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar SMA dan Guru

Berita Terbaru