Foto Keluarga di Meja Kerja Tak Cukup Cegah Perselingkuhan ASN, Edukasi dan Sanksi Tegas Lebih Manjur

Sabtu, 11 Mei 2024 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ASN selingkuh. (Tajukflores.com)

Ilustrasi ASN selingkuh. (Tajukflores.com)

Jakarta – Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Bali, dokter Oka Nagara, angkat bicara terkait kebijakan program pencegahan perselingkuhan di lingkungan ASN Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kebijakan tersebut mewajibkan pemasangan foto keluarga di tempat kerja.

Menurut Oka, kebijakan ini tidak memiliki dasar ilmiah dan tidak efektif untuk mencegah perselingkuhan, termasuk kalangan ASN.

“Tidak ada referensi dari para ahli yang menyebut pemasangan foto keluarga di meja kerja akan membuat seseorang mengurungkan niatnya untuk berselingkuh,” ujar Oka dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Jumat (10/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oka menyarankan agar kantor-kantor pemerintah pusat dan daerah fokus pada edukasi mengenai dampak perselingkuhan. Edukasi ini sebaiknya disampaikan oleh para ahli, dokter, atau pemuka agama.

Baca Juga:  Ganjar Pertanyakan Hasil Quick Count Tempatkan Prabowo-Gibran Unggul Sementara

Edukasi tersebut dapat menjelaskan berbagai konsekuensi perselingkuhan, seperti penyakit kelamin, kerusakan nama baik diri dan institusi, sanksi pemecatan, penurunan pangkat dan jabatan, dan lain sebagainya.

“Edukasi tentang konsekuensi perselingkuhan akan lebih efektif mencegah ASN berselingkuh karena mereka akan takut dengan risikonya. Memasang foto keluarga hanya formalitas dan tidak menjamin perselingkuhan tidak terjadi,” jelas Oka.

Lebih lanjut, Oka menyinggung tentang faktor penyebab utama perselingkuhan di kalangan ASN, yaitu hubungan relasi kekuasaan. Menurutnya, banyak kasus perselingkuhan terjadi karena bawahan dipaksa oleh atasannya untuk melakukan hubungan seksual.

Bawahan yang tidak mau menuruti akan mendapatkan sanksi seperti mutasi, tidak naik pangkat, tidak mendapat renumerasi, dan lain-lain.

Baca Juga:  Megawati Pukul Kentongan, Simbol Kewaspadaan Nasional Tolak Politik Uang dan Intimidasi di Pemilu 2024

“Parahnya, praktik ini sudah berlangsung lama dan turun-temurun di beberapa institusi,” ungkap Oka. “Sehingga perlu tindakan tegas terhadap pelakunya untuk memutus mata rantai ini.”

Oka juga menambahkan bahwa Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menerima ratusan laporan mengenai kasus perselingkuhan dari kalangan ASN selama periode 2020-2023. Jumlahnya mencapai 172 kasus, setara dengan 25% dari seluruh laporan yang diterima KASN.

Kasus perselingkuhan ini melibatkan ASN dengan sesama ASN maupun dengan masyarakat. Sanksi yang diberikan untuk ASN yang terbukti berselingkuh berbeda antara laki-laki dan perempuan. A

SN perempuan yang terbukti berselingkuh akan langsung diberhentikan, sedangkan ASN laki-laki umumnya hanya mendapatkan sanksi penurunan jabatan, penundaan pangkat, dan penundaan gaji berkala.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Alex K

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Floratama Learning Center: Pengembangan Ekowisata Bahari di Labuan Bajo Flores
Kemenparekraf Gelar FGD di Labuan Bajo, Upaya Kolaborasi Atasi Krisis Kepariwisataan
DPR: PP Tapera Jangan Memberatkan Masyarakat, Cari Solusi Tepat!
Banyak Anak Sengaja Titip Orang Tua ke Panti Sosial, Mensos Risma Prihatin Atas Penelantaran Lansia di Indonesia
Krispianus Bheda Dicopot DKPP, Ferdiano Sutarto Parman Terpilih sebagai Ketua KPU Manggarai Barat
Starlink Mulai Operasi di Indonesia, Ancaman Baru bagi Provider Lokal dan Keamanan Data?
Putusan DKPP ke Ketua KPU Manggarai Barat Dinilai Formappi sebagai Dagelan Belaka, Jangan Heran Penyelenggara Pemilu Bisa Disetir
Ketua KPU Manggarai Barat Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Formappi Heran dengan Putusan DKPP
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 18:47 WIB

2 Link Live Streaming Persija Jakarta vs PSIS Semarang 30 Mei 2024, Siaran Langsung TV RCTI Jam Berapa?

Kamis, 30 Mei 2024 - 18:32 WIB

Link Live Streaming Persija vs PSIS RCTI Premium Sports RCTI+ dan Visio+, Bisa Nonton Gratis dengan Cara Ini

Rabu, 29 Mei 2024 - 12:13 WIB

Claudia Scheunemann, Bintang Muda Timnas Indonesia Putri yang Bersinar saat Lawan Singapura

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:03 WIB

Jelang Lawan Irak, Gelandang Naturalisasi: Kami Memiliki Kualitas

Senin, 27 Mei 2024 - 11:00 WIB

Dipecat Barcelona, Xavi Hernandez Ingatkan Pelatih Baru Soal Klub

Minggu, 26 Mei 2024 - 20:10 WIB

Ajang Silaturahmi, Golo Lanak FC Gelar Turnamen Futsal di Jaksel

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:44 WIB

2 Link Live Streaming Man City vs MU Final Piala FA 2024 Malam Ini, Nonton Gratis Man Utd FA Cup

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:52 WIB

Gratis 3 Link Live Streaming Manchester United vs Manchester City Final FA Cup Malam Ini

Berita Terbaru