Geledah Kantor Dinas PKO Manggarai Barat, Kejari Mabar Temukan Indikasi Kecurangan di Pembangunan Sarpras Perkemahan Pramuka Mbuhung!

Selasa, 23 April 2024 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Manggarai Barat menggelar konferensi pers usai melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PKO Manggarai Barat pada Selasa (23/4/2024. Dari kiri ke kanan: Yohanes Atarona Kadus, Alvian dan Wisnu Sanjaya. Foto: Tajukflores.com/Fons Abun.

Saat Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Manggarai Barat menggelar konferensi pers usai melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PKO Manggarai Barat pada Selasa (23/4/2024. Dari kiri ke kanan: Yohanes Atarona Kadus, Alvian dan Wisnu Sanjaya. Foto: Tajukflores.com/Fons Abun.

Labuan Bajo – Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat (Mabar) menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Mabar pada Selasa (23/4).

Penggeledahan Kantor Dinas PKO Manggarai Barat ini untuk mengusut dugaan korupsi pada proyek pembangunan fasilitas sarana dan prasarana (Sarpras) di Bumi Perkemahan Mbuhung, Manggarai Barat, tahun anggaran (TA) 2021-2022 senilai Rp700 juta.

Penggeledahan ini berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor: Print-02/N.3.24/fd.1/04/2024 dan Surat Perintah Penyodikan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Nomor: Print-02/N.3.24/fd.1/02/2024, serta Penetapan Pengadilan Negeri Labuan Bajo Nomor: 9/Pen/Pid.B-GLD/2024/PN LBJ tanggal 17 April 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuan utama Kejari Manggarai Barat melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PKO Mabar adalah untuk menemukan bukti-bukti yang dapat membantu tim penyidik dalam memahami dan menyelesaikan kasus dugaan korupsi pembangunan Sarpras Perkemahan Pramuka Mbuhung 2021.

Baca Juga:  Miris, Pria Paruh Baya Tega Perkosa dan Habisi Nyawa Anak Kekasihnya di Minahasa

Selain itu, penggeledahan dilakukan guna menemukan tersangka dan mencegah penghilangan atau pemusnahan barang bukti serta melengkapi berkas perkara

“Dari hasil sementara, kami menemukan indikasi adanya kekurangan volume pekerjaan dan ketidaksesuaian dengan syarat-syarat kontrak yang berlaku. Hal ini menjadi fokus utama kami dalam proses penyidikan ini,” ungkap Wisnu Sanjaya, salah satu anggota tim jaksa penyidik, kepada wartawan, Selasa.

Alvian, anggota tim jaksa penyidik Kejari Mabar lainnya, menegaskan bahwa penggeledahan ini dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, dimana kasus ini sudah diselidiki sebelumnya.

“Penggeledahan ini kami lakukan untuk memastikan kejelasan terkait dugaan korupsi yang telah diselidiki sebelumnya. Kami berharap temuan dari penggeledahan ini akan menjadi landasan yang kuat dalam proses penyidikan selanjutnya,” kata dia.

Baca Juga:  KWI Rilis Susunan Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, Ignasius Jonan Jadi Ketua Panitia Pelaksana

Hingga saat ini, Kejari Mabar belum mengumumkan secara resmi perkiraan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan fasilitas Sarpras di Bumi Perkemahan Mbuhung tersebut.

Yohanes Atarona Kadus, anggota tim jaksa penyidik lainnya, menjelaskan bahwa mereka masih menunggu hasil analisis Tim ITS Surabaya untuk menghitung kerugian negara secara pasti.

Namun, dari hasil penyelidikan awal, tim penyidik menemukan indikasi adanya kekurangan volume pekerjaan dan ketidaksesuaian dengan spesifikasi kontrak.

Tim penyidik telah memeriksa 13 orang saksi dan tidak menutup kemungkinan akan memanggil pihak-pihak lain yang terkait. Kejari Mabar berkomitmen untuk mendalami kasus ini secara komprehensif dan transparan.

“Langkah-langkah yang kami ambil bertujuan untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan,” ujar Wisnu Sanjaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Fons Abun

Editor : Marcel Gual

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Pengamat: Propam Polri Perlu Audit Investigasi Kasus Pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon
LPSK Telaah Permohonan Perlindungan dari Saksi Kasus Pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon
Tim Polda Jabar Geledah Rumah Pegi Perong DPO Pembunuh Vina di Cirebon, Sita 1 Box Barang 
Ungkap Peran Penting Pegi, Polisi: Otak Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Vina Cirebon
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Ketua KPU Hasyim Asy’ari Mengadu ke LPSK
Setelah 8 Tahun, Polisi Tangkap 1 Orang Buron Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Kasus Vina Cirebon, Saka Tatal Ngaku Salah Tangkap, Disiksa hingga Disuruh Minum Air Kencing oleh Polisi 
Berkas Lengkap, 12 Tersangka Kasus Film Porno Kelas Bintang Jaksel Siap Disidang
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:17 WIB

BPOLBF Gelar Famtrip dan Table Top Meeting untuk Tingkatkan Kunjungan Wisman Korsel ke Labuan Bajo

Sabtu, 18 Mei 2024 - 21:03 WIB

Danau Merah Rimba Candi: Mengungkap Misteri Warna Merah di Perbatasan Sumsel dan Bengkulu

Sabtu, 18 Mei 2024 - 17:21 WIB

Jelajahi Keunikan “Air Terjun Ajaib” Pangkadari di Flores, Siap Menyambut Wisatawan

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:02 WIB

Pesona Pantai Melasti Bali, Lokasi World Water Forum Ke-10

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:54 WIB

Pesona Wae Bobok: Pemandian Air Panas, Panorama Alam, dan Legenda Umpu Bobok di Flores

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:42 WIB

Rekomendasi 5 Objek Wisata di Manggarai Timur Flores, Ada Komodo Seperti di Labuan Bajo

Rabu, 15 Mei 2024 - 18:51 WIB

Wisata Pantai Parangtritis Yogyakarta: Keindahan Alam dan 4 Mitos yang Memikat!

Senin, 13 Mei 2024 - 11:23 WIB

Destinasi Wisata Gua Tapak Raja, Pesona Tersembunyi di Dekat IKN

Berita Terbaru