Gigitan Hewan Penular Rabies Meningkat di Agam

Selasa, 1 Oktober 2019 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan kasus gigitan hewan penular rabies di daerah itu meningkat dari 143 kasus pada 2017 menjadi 210 kasus pada 2018.

“Peningkatan kasus gigitan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing dan kera sebanyak 67 kasus. Dengan arti kata satu ekor hewan penular rabies menggigit dua sampai empat korban,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Agam Farid Muslim di Lubukbasung, Rabu.

Selain kasus gigitan hewan penular rabies, tambahnya, hewan positif rabies juga meningkat delapan ekor dari enam ekor pada 2017 menjadi 14 ekor pada 2018.

Data itu berdasarkan pemeriksaan anjing, kucing, dan kera di Laboratorium Kesehatan Hewan Kecamatan Baso.

Bagi mereka positif rabies, kata dia, warga akan diberi Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR).

“VAR dan SAR ini diberikan apabila warga digigit pada bagian bahu ke atas, sementara bahu ke bawah hanya diberi VAR,” katanya.

Untuk mengatasi kasus gigitan itu, Dinas Pertanian Kabupaten Agam menargetkan mengeliminasi 2.000 ekor anjing liar selama 2019. Eliminasi anjing liar itu berdasarkan permintaan dari warga.

Selain itu, pemerintah akan melakukan vaksinasi 6.000 ekor anjing milik masyarakat. “Ini program kita setiap tahun dalam mengantisipasi kasus rabies di Agam,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemendikbud Mulai Rekrut Guru PPPK Pada Tahun 2021

Saat ini, populasi anjing di Agam 32.707 ekor yang tersebar di 16 kecamatan. Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN-RI) Agam Joni Efendi mengapresiasi program Dinas Pertanian Kabupaten Agam dalam mengantisipasi kasus rabies di daerah itu.

Namun, pihaknya berharap program itu ditingkatkan karena populasi anjing yang banyak di daerah itu.

“Dengan program ini tidak ada lagi anjing liar yang merupakan penular rabies di daerah itu, sehingga warga terbebas dari rabies,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers
Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi
Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:49 WIB

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Rabu, 21 Februari 2024 - 18:00 WIB

Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:43 WIB

Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:34 WIB

Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:25 WIB

Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:16 WIB

Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:58 WIB

Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:31 WIB

Jokowi Teken Perpres Publisher Rights, Dukung Jurnalisme Berkualitas dan Industri Media Berkelanjutan

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB