Jokowi: Keterlibatan Polri Tangani Covid-19 Sangat Dibutuhkan

Selasa, 7 Januari 2020 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan keterlibatan seluruh jajaran Polri untuk menghadapi pandemi COVID-19 sangat dibutuhkan termasuk dalam menjaga protokol kesehatan dan mengawal distribusi bantuan sosial.

“Dalam situasi yang sulit ini kehadiran dan keterlibatan seluruh jajaran Polri sangat sangat dibutuhkan mulai dari jajaran Mabes dan Polda, Polres dan Polsek Bhabinkamtibmas di desa-desa harus ikut terlibat mengajak masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dan aktif mengawal kelancaran dan ketepatan penyaluran bansos,” ujar Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu, (1/7).

Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut dalam peringatan ke-74 Hari Bhayangkara. Hadir dalam acara tersebut antara lain Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, para penerima tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya serta undangan terbatas lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara tersebut juga disaksikan melalui sambungan “video conference” oleh Wakil Presiden Ma`ruf Amin, menteri Kabinet Indonesia Maju, serta para kapolda dan kapolres.

Baca Juga:  Menparekraf: Kunjungan Wisman Tahun 2022 Sudah Mencapai Target

“Tentu saja Polri ikut menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap aman kondusif dan damai,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan sebagai bangsa pejuang, Indonesia tidak boleh cepat menyerah pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia.

“Pandemi ini merupakan cobaan yang berat. Kita harus terus berikhitar dan bekerja keras untuk mengatasi permasalahan kesehatan maupun permasalahan ekonomi,” ungkap Presiden.

Namun dalam berikhtiar tersebut, keselamatan rakyat tetap menjadi hal paling utama.

“Perlu saya tegaskan, keselamatan rakyat adalah yang paling utama, keselamatan dan kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi. Lakukan tugas kemanusiaan ini secara persuasif dan humanis namun harus tetap waspada, cepat tanggap dan tegas dalam menangani setiap pelanggaran hukum dengan menjaga profesionalitas dan kepercayaan rakyat,” tegas Presiden.

Presiden Jokowi juga memerintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan Agung, KPK dan lembaga pengawas internal pemerintahan untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama.

“Tolong pelaksanaan penanganan program COVID-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggarannya. Alokasi dananya cukup besar yaitu Rp695,2 triliun dan bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan,” ungkap Presiden.

Baca Juga:  Terus Bertambah, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Capai 88 Orang

Saat melakukan pengawasan, Presiden Jokowi meminta agar aspek pencegahan harus lebih dikedepankan.

“Jangan menunggu sampai ada masalah, kalau ada potensi masalah segera ingatkan tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi, ada `mens reanya` (niat jahat) ya harus ditindak. Silakan digigit saja apalagi dalam situasi krisis seperti saat ini ini tidak boleh ada satu pun yang main-main,” katanya.

Presiden Jokowi atas nama rakyat, bangsa dan negara pun mengucapkan selamat hari Bhayangkara ke-74 kepada keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian, pengorbanan dan sumbangsih saudara-saudara sekalian dalam rangka menjaga keamanan, menjaga ketertiban dalam menegakkan hukum dan memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Presiden.

Setelah upacara selesai, Presiden Jokowi melalui “video conference” berbincang dengan sejumlah kapolres di berbagai wilayah Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Kasus Bullying Binus School, Pakar: Bukti Minimnya Pendidikan Karakter di Sekolah
Miris! Akses Jalan Rusak, Warga Manggarai Barat Terpaksa Ditandu untuk Berobat ke Puskesmas
Perpres Publisher Rights Atur Mekanisme Bagi Hasil, Tak Atur Perusahaan Pers
Nasib Dede Sunandar dan Sederet Komedian yang Terancam Gagal Lolos Jadi Anggota Dewan
Kemendikbudristek Pantau Kasus Perundungan di Binus School, Pastikan Penerapan Sanksi
Presiden Jokowi Tegaskan Perpres Publisher Rights Bukan untuk Membatasi Kebebasan Pers
Ketahui 3 Poin Utama dalam Perpres Publisher Rights yang Diteken Jokowi
Kasus Perundungan di Binus School, Anggota DPR Minta Legolas Rompies dan Geng Tai Ditindak Tegas
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:26 WIB

Disinggung Koordinasi dengan PDIP, Jokowi Ngaku Tidak Ragu Lantik AHY sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:07 WIB

AHY Dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN, Ini Kata PDIP

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:55 WIB

SBY Restui AHY Bergabung ke Kabinet Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:40 WIB

AHY ‘Naik Kelas’, Resmi Jadi Menteri ATR/BPN di Sisa Masa Jabatan Jokowi

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:43 WIB

AHY Ketemu Prabowo sebelum Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:37 WIB

Ganjar Desak Hak Angket DPR Usut Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Ace Golkar: Buktikan Dulu

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:41 WIB

Jokowi Beri Lampu Hijau Soal Isu Pelantikan Hadi Tjahjanto dan AHY: Tunggu Besok!

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:01 WIB

AHY Dikabarkan Jadi Menteri ATR/BPN: Demokrat Siap Jadi Abdi Negara, Tapi Tunggu Tawaran Resmi

Berita Terbaru

Ilustrasi pupuk

Nasional

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tak Dipersulit

Rabu, 21 Feb 2024 - 22:16 WIB