Kasus Vina Cirebon, Saka Tatal Ngaku Salah Tangkap, Disiksa hingga Disuruh Minum Air Kencing oleh Polisi 

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saka Tatal (kanan) dan kuasa hukumnya Titin Prialianti. Foto: RRI

Saka Tatal (kanan) dan kuasa hukumnya Titin Prialianti. Foto: RRI

JakartaSaka Tatal, terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon tahun 2016, kembali menjadi sorotan publik setelah dia mengaku sebagai korban salah tangkap dan disiksa, bahkan disuruh minum air kencing oleh polisi saat proses pemeriksaan.

Pengakuan ini sontak menggemparkan jagat media sosial dan membuka luka lama bagi Saka dan keluarganya.

Dalam sebuah wawancara di Metro TV, Saka Tatal menceritakan kronologi penangkapannya dalam kasus pembunuhan Vina yang penuh dengan kejanggalan. Ia juga mengaku terpaksa mengakui sebagai pelaku pembunuhan Vina karena tak kuat disiksa aparat di Polresta Cirebon pada tahun itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena terpaksa. Saya waktu ditangkap, saya dipukulin sama polisi, diinjak-injak, disiksa, disetrum,” kata Saka Tatal, seperti dikutip Tajukflores.com, Rabu (22/5).

“Walaupun saya dikasih makan, dikasih makan kayak binatang, dilempar nasi ke lantai. Nasi itu acak-acakan di lantai. Suruh dimakan, kalau gak dimakan, dipukulin lagi,” imbuhya.

Baca Juga:  Profil Nayla Denny Purnama, Aktris Muda Berbakat yang Bersinar Lewat Film Vina: Sebelum 7 Hari

Ketika ditanya siapa yang melakukannya, Saka Tatal menyebut jika hal tersebut dilakukan oleh polisi di Polresta Cirebon.

“Dan sampai suruh minum air kencing,” lanjutnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Saka Tatal dan Sudirman, Titin Prialianti, menyatakan bahwa kliennya adalah korban salah tangkap. Menurutnya, dari fakta persidangan, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan tersebut.

Titin menambahkan bahwa Saka dan Sudirman bahkan tidak mengenal Vina dan Eki, serta ketiga pelaku yang masih buron.

Saka ditangkap pada tanggal 31 Agustus 2016 saat berusia 15 tahun. Saat itu, dia sedang mengembalikan motor pamannya di dekat SMPN 11 Cirebon.

Titin menjelaskan bahwa Saka dipaksa mengaku sebagai pelaku dan mengalami penyiksaan selama beberapa hari di Polres Cirebon Kota.

“Ia diminta tolong mengisikan bensin sepeda motor milik pamannya, Eka Sandi. Setelah itu malah ditetapkan polisi juga sebagai satu pelaku dalam kasus tersebut,” ujar Titin dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, dikutip Selasa (21/5).

Baca Juga:  Ayah Eky Iptu Rudiana Diduga Bungkam di Kasus Vina Cirebon karena Tekanan, Polri Diminta Paksa Bicara

“Saka menolak sampai akhirnya terpaksa mengaku karena beberapa hari mengalami penyiksaan. Kalau dari ceritanya dipukuli sampai disetrum,” imbuh Titin.

Sedangkan Sudirman, yang memiliki keterbelakangan mental, juga ditetapkan sebagai pelaku.

Titin sangat meragukan keterlibatan Sudirman karena kondisinya. Keluarga Sudirman juga merasa ketakutan dengan dibukanya kembali kasus ini.

“Saya sangat meragukan jika Dia pelaku dengan kondisi seperti itu. Diajak komunikasi saja susah,” ucap Titin.

Menurut Titin, keluarga Sudirman sudah datang ke rumahnya dalam kondisi ketakutan karena polisi akan membuka kembali kasus tersebut. Demikian juga dengan Saka dan keluarganya.

“Mereka masih sangat trauma dengan apa yang dialami pada 2016. Saya rencananya juga akan menjemput Saka dan keluarganya sebagai langkah perlindungan terhadap mereka,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Alex K

Editor : Marcel Gual

Baca juga berita kami di:

Berita Terkait

Selebgram Tiara Aurellie Bongkar Kedok Pajar Setiabudi, Sales Ngaku Pengusaha Tipu Wanita dengan Modus Kencan
HP Diretas untuk Open BO, Selebgram Tiara Aurellie Laporkan Teman Kencannya Pajar Setiabudi ke Polisi
Model Seksi Tiara Aurellie Jadi Korban Penipuan Pajar Setiabudi, Pria Ngaku Pengusaha Ternyata Sales Properti
Usut Pencucian Uang SYL, KPK Periksa Tenri Angka Yasin Limpo
Gerindra Sebut Mahfud MD Omong Kosong dan Game Over Soal Penanganan Kasus Vina Cirebon Unprofessional
Ini Motif AP Peras Ria Ricis Rp300 Juta Retas HP Ancam Sebar Foto dan Video Pribadi
Kemenkumham Gandeng Aparat Desa Jadi Mata-mata Awasi Turis Asing di Bali
Briptu Fadhilatun Nikmah, Polwan Pembakar Suami di Mojokerto Terancam Dihukum 15 Tahun Penjara
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:02 WIB

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:26 WIB

Contoh Undangan Pengambilan Raport Sekolah Semester 2 Kenaikan Kelas untuk Orang Tua Wali Murid Format Word

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:07 WIB

Begini Cara Menghitung Daging Sapi Qurban Idul Adha, 1 Ekor Sapi Berapa KG Daging?

Senin, 10 Juni 2024 - 21:47 WIB

Mudah Banget! Cara Buat Netflix My Best Day di IG Story yang Sedang Viral

Senin, 10 Juni 2024 - 14:28 WIB

Link Download File Scribd yang Terkunci Gratis tanpa Login dan Bisa Melalui Telegram, Simak Caranya

Sabtu, 8 Juni 2024 - 19:28 WIB

Tips Memilih Baby Sitter yang Tepat untuk Buah Hati Anda

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:33 WIB

Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak PPDB SMA/SMK SLB Jawa Barat 2024

Senin, 3 Juni 2024 - 11:05 WIB

Link Pendaftaran PPDB SMA/SMK Jabar 2024 Tahap 1 Berserta Syaratnya

Berita Terbaru

Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga. Foto: Antara

Pilkada NTT

Kapolda NTT Pastikan Kesiapan Personel Hadapi Pilkada 20244

Jumat, 14 Jun 2024 - 08:09 WIB

Cara Download Hamster Kombat Airdrop APK Tanpa Ribet

Tekno

Cara Download Hamster Kombat Airdrop APK Tanpa Ribet

Jumat, 14 Jun 2024 - 06:22 WIB

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Tips & Trick

Begini Cara Download Hamster Kombat Coin APK dengan Mudah

Kamis, 13 Jun 2024 - 22:02 WIB